Saturday, March 16, 2024

Hidangan yang Lebih Berharga dari Apapun


Entah apa yang membuat banyak orang terpesona untuk mengadu nasib di ibukota? Lalu lintasnya yang hampir selalu padat, orang-orangnya yang seakan berkejaran terus dengan waktu, udara yang kadang pekat dengan polusi, tawuran remaja di beberapa titik, demo di mana mana. Di antara semua cerita suram itu, Jakarta masih menawarkan madu yang membuat banyak lebah pekerja terpikat. Termasuk Dyandra. 

Sudah hampir lima tahun ia menjadi lebah pekerja di ibukota. Ia tak lagi kikuk dengan kecepatan jalan orang orang di Jakarta. Berlari melintas koridor halte transjakarta atau berjalan cepat berebut masuk KRL. Dya, juga akhirnya ikut terbawa dengan kebiasaan yang serba cepat itu hingga terbawa di dunia kerjanya. 

Seperti sore itu, Dyandra masih berkutat dengan pekerjaannya bersama beberapa rekannya. Dya masih sibuk membaca dokumen dan membalas email. Memastikan setiap pekerjaannya tuntas. Hingga handphonenya berdering.

"Assalamuallaikum Ma, kakak masih di kantor ino, ada apakah?" Tanyanya.

"Waalaikumsalaam nak, sudah mama duga kamu pasti masih di kantor. Mama kirim makanan ke kantor pakai paxel buat kakak buka puasa. Infonya sudah sampai di lobby. Kakak cek ya ke bawah," kata mama dari seberang disambut senyuman Dyandra. Rupanya mama tahu apa yang dari kemarin ia rindukan. Berbuka puasa dan bersama mama papa dan adek di awal masa puasa Ramadhan adalah momen yang paling ia dambakan semenjak merantau. 

"Mamaaaa makasih Ma, kakak sayang mama. Ini kakak ambil ke bawah ya Ma. Nanti kakak telpon lagi," Dya berkata kemudian bergegas turun ke lobby. 

***

Adzan Maghrib

Dyandra masih di kantor saat buka puasa Ramadhan pertama. Di mejanya ada paket makanan dari mama. Ia membukanya, ada rendang, kering tempe, suwir ayam, perkedel kentang, semua lauk kesukaan Dyandra.

"Maaa makasih ya maaa, iyaa nanti kakak taruh freezer dan panaskan kalo mau makan. Kakak berasa bisa buka bersama makan langsung di sana sama mama dan semuanya. Makasih ya ma, sehat sehat. Kakak sayang mama," ia menutup percakapannya dengan menyeka airmatanya sambil memandang semua lauk masakan mamanya.

***


#RWCODOPDay5

#RWCODOP2024

#OneDayOnePost

#RamadanWritingChallenge2024

0 comments:

Post a Comment