Sunday, March 10, 2024

Senja dan Kota Penuh Cinta - Fiksi Mini


Sejak mendarat di kota ini, aku dibuat kagum dengan arsitektur kotanya yang menarik untuk diabadikan. Bangunan berjajar rapi dengan berbagai warna cat dan bentuk fasad. Setelah perjalanan dengan bus dari kota Roma, sampai juga akhirnya. Di salah satu sudut kota, jalanan yang sesuai catatan alamat di handphoneku nampak berjajar bangunan cantik.


"Pantas saja dia betah tinggal di sini," gumamku sambil terus mengagumi suasana di kota asing ini. Kalau bukan karena satu nama itu, mana mungkin aku sampai di sini. Trastevere, terletak di selatan Vatikan, bukan area wisata yang ramai dikunjungi wisatawan asing. Sepertinya lebih banyak warga lokal. Pilihan tepat untuk tempat sembunyi.

"Ciao, sai dov'รจ Lettere Caffe?" tanyaku sambil menunjukkan alamat pada seorang laki laki yang nampak melintas. Ia kemudian menunjukkan sebuah bangunan.
"Grazie." Kataku dan segera menuju tempat yang ditunjukkannya.

Saat masuk ke Lettere Caffe dan melihat sekeliling, ada buku, vinyl, live music, dan dia. Laki laki yang membuatku rela jauh-jauh terbang dari Jakarta. Ia tengah asik memetik gitarnya. Melihatnya, aku hanya terpana. Aku pikir akan berlari menuju dia. Ternyata tidak.

"Bara!" Aku menyebut namanya. Laki laki itu menegakkan kepalanya memandangku. Tak lama wajahnya nampak terkejut dan matanya mengisyaratkan ketakutan.

"Sen.. Senja... Kamu di sini." Ia berkata terbata bata. Orang orang di cafe itu nampak kebingungan.

"Hai Bara, akhirnya aku bisa melihatmu lagi." Aku kemudian memberikan senyuman termanisku.
---
Tak lama nampak pengunjung Lettere Cafe berhamburan setelah mendengat suara letusan senjata api. Letusan ketiga diteruskan dengan suara berdebam, Bara tersungkur di atas panggung dengan bersimbah darah.

"Kenapa kamu pergi sejauh ini Bara? Kan aku sudah bilang aku mencintaimu. Aku akan menemanimu kemanapun kamu pergi. Aku bahkan sudah menyingkirkan mereka yang ada di sekitarmu saat di Jakarta. Karena kamu hanya milikku Bara, milik Senja" kata Senja.

Tidak lama, Bara nampak tidak lagi bergerak gerak. Disusul tangisan menyayat dari Senja. "Aku cinta kamu Bara." Dorr!! Letusan terakhir terdengar dan Senja pun roboh di atas tubuh Bara.
**


0 comments:

Post a Comment