Hi Annyeong Teman Nunna,
Rasanya lama sekali tidak menulis catatan personal di sini. Beberapa waktu terakhir, ruang ini hanya berisi ulasan atau review buku yang saya baca. Bukan, bukan karena berhenti menulis, tapi mungkin saya menemukan media lain untuk menuangkan kata-kata.
Namun, sepertinya sudah waktunya untuk kembali pulang. Ke media blogspot yang menjadi awal perjalanan menulis saya selama ini. And here i am now. Kalau ditanya apa saja yang terjadi sejak saya jarang menulis di sini dan hanya mengisinya dengan review buku? Banyak sekali cerita yang tertahan dan sengaja disimpan. Demi tidak ingin mengumbar hal personal ke sebuah media. Tapi mari kita pilah pilih di sini sekarang mana yang masih bisa saya bagikan ke Teman Nunna di manapun kalian berada. Meskipun, saya tidak yakin apakah ada yang masih membaca tulisan-tulisan saya di blog ini.
Dalam masa-masa terakhir sejak 2025, saya merasa harus membaca lebih banyak dan meriset lebih banyak. Karena saya ingin menelurkan karya tidak hanya menulis cerpen, tapi saya ingin menerbitkan novel perdana saya kala itu. Dan yah... prosesnya memang harus sedikit dipaksa tapi jadi.
Di tahun 2025 saya merilis novel pertama saya berjudul Kinasih, selang beberapa bulan novel kedua saya Rasa yang Membasuh Luka juga terbit. Keduanya diterbitkan oleh LovRinz Publishing.
![]() |
| Novel Kinasih |
![]() |
| Novel Rasa yang Membasuh Luka |
Keduanya saya terbitkan melalui event dan self publish. Saya sebagai penulis bertanggung jawab juga untuk memasarkan kedua novel tersebut. Promosi juga dilakukan mandiri. Apakah saya puas? Sebagai penulis tentu saya puas telah menuliskan sebuah karya. Tapi saya jadi kemudian tertantang bagaimana ya rasanya kalau karya kita diterbitkan oleh penerbit mayor.
Di luar menerbitkan dua novel itu. Banyak sekali kejadian yang rasanya membuat menarik nafas dalam sekali. Tapi ya, hidup tetap harus dijalani kan ya meskipun sambil Ya Allah Ya Allah. Mulai dari kisah pertemuan, kehilangan, berlimpah rezeki, hingga tantangan dalam hidup yang rasanya tak usai-usai.
Tau gak, kenapa rasanya sekarang sepertinya sedikit gelisah saat membagikan kisah pribadi atau pengalaman hidup. Karena saya tuh merasa tidak ada yang menarik dan layak untuk dibagikan agar semua orang tahu. Selain membagikan karya tentunya. Takut merasa dihakimi sekaligus takut merasa diabaikan. Rumit sekali. Jadi, akhirnya yang berisik sekarang diusahakan hanya karya dalam bentuk apapun.
Karena itu setelah ini akan ada banyak cerita yang tertahan. Sekaligus akan ada banyak karya yang akan dibagikan, semoga.
Semoga kalian, teman Nunna tidak lelah mengikuti dan membaca tulisa-tulisan saya di media manapun.
Dengan penuh kasih,
Nunna
.jpeg)









