#BookReviewEps19
Fallen Petals || Pandu Firmansyah || @penerbitharu || Cetakan Pertama, Desember 2025 || 224 halaman
Rate : 4.5/5 ⭐
Diam! Tolong diam, hentikan omong kosongmu!
Rasanya Pilar ingin berteriak.
Kau yang awalnya mencoba bunuh diri! Berusaha meninggalkanku sendirian! Lalu sekarang kau bertingkah sok perhatian? Dasar egois.
- Fallen Petals | Pandu Firmansyah -
Apa yang kamu harapkan dari sebuah novel yang dibuka dengan kasus pembunuhan di sebuah kota kecil di Austria? Apa kamu akan berharap novel ini akan membuatmu berbunga-bunga atau membuatmu merasakan geli-geli di perut saat membacanya? Lupakan kawan, meskipun judulnya Fallen Petals atau covernya seakan berbunga-bunga seperti novel romance, tapi ini Iyamisu novel ala penerbit Haru. Maka siap-siaplah membaca novel yang penuh misteri.
Dibuka dengan scene penemuan kepala seorang laki laki dan kemudian tubuhnya ditemukan di lokasi terpisah. Segelap itu novel ini coba digambarkan oleh penulisnya di awal kita baca. Kemudian dilanjutkan dengan fragmen cerita dari 4 POV dari Camilla, Pilar, Joerg, dan Mattia. Siapa keempat orang itu? Kalian harus baca sendiri, tapi aku baru kali ini baca novel yang kesemua tokohnya menurutku adalah korban.
Jujur, saat POV Camilla aku merasa draining sekali membacanya. Disajikan dalam bentuk catatan harian atau tulisan diary, buatku membaca catatan hidup orang lain yang "sakit" itu buat aku berasa ikutan sakit. Entah kenapa lelah sekali membaca part Camilla ini seperti masih kebingungan ini sebenarnya cerita tentang apa sih, dan posisi Camilla ini bagaimana di novel ini. Namun, saat fragmen cerita bergerak ke POV lain, mulai lebih cepat bacanya. Lebih terbuka ini arahnya kemana, kasusnya bagaimana, dan kaitan dari keempat tokoh itu dalam tragedi panjang ini.
Satu hal yang aku rasakan selama membaca novel ini, "Wah sakit sih ini penulisnya, bisa bikin cerita yang keempat tokohnya sesakit ini.". Bagaimana Pandu bisa mengeksplor tiap tokoh itu dengan deritanya masing-masing dan membuat kita pembacanya jadi berpikir bagaimana bisa empat orang dengan tragedi hidup dan deritanya masing-masing menjadi saling terkait dan satu sama lain menjadi penyebab derita bagi tokoh lainnya.
Bahkan saat terakhir novel ini selesai kubaca, tidak ada satupun dari tokohnya yang dimenangkan, paling tidak itu menurut pembacaanku. Sakit sih. Novel ini bukan hanya novel cerita pembunuhan tapi lebih kena ke psikologis pembacanya. Bukan ketakutan yang dirasakan saat baca novel ini tapi rasa kosong yang entah berasal dari mana. Satu hal lagi yang aku pelajari dari novel ini, tragedi tidak hanya harus berakhir dari bahagia, bahkan jika tidak ada yang dimenangkan pada akhirnya, jika tragedi itu berakhir pun tak jadi soal.
Ada satu gong di akhir yang wajib kalian baca, saya ga mau spoiler deh. Kalau kamu suka banget genre bacaan Iyamisu, novel Fallen Petals ini bisa jadi pilihan bacaan.
Selamat membaca.
.jpeg)

.jpg)







