Saturday, December 19, 2015

, , , , ,

GO-JEK, Karya Anak Bangsa yang Terus Mengundang Polemik


Gambar diambil dari sini
Salah satu provider ojek online dalam waktu singkat sudah mampu menghijaukan kota-kota besar di Indonesia. Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Kini, Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang dan Balikpapan pun menyusul menjadi hijau. Euforia Go-Jek begitu massive terasa saat konsumen mendapatkan harga promo yang lebih murah dari tarif ojek atau kurir pada umumnya. Selain itu ada juga program member get member yang bias menambah jumlah credit Go-Jek yang kita miliki. Pemasaran getok tular antar sesame konsumen untuk berbagi kode refferal semakin menambah massive persebaran pengguna aplikasi Go-Jek.

“I’m spreading the GO-JEK love. Download the GO_JEK app at http://go-jek.com/app and input this referral code “542846688” to get Rp 50,000 free credit to your first booking. #gojekgotmehere”

Pesan di atas mungkin sering kita baca beberapa bulan lalu. Banyak sekali orang yang berlomba untuk membagikan kode yang diberikan GOJEK untuk mendapatkan free credit 50 ribu. Hal ini memicu pelonjakan jumlah pengunduh aplikasi GoJek. Pengguna aplikasi dimanjakan dengan tarif "GRATIS" selama beberapa bulan. Pelonjakan pengunduh aplikasi ojek online ini kemudian berimbas pada rekrutmen besar-besaran driver GoJek di hampir semua wilayah operasional.

Kisah sukses banyak driver GoJek yang memperoleh pemasukan ratusan ribu hingga jutaan sehari membuat banyak orang tergiur untuk menjadi driver GoJek. Ribuan orang memadati setiap acara rekrutmen driver, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota lain. Semua tergiur dengan iming iming pemasukan yang berlimpah. Laki - laki, perempuan, tua, muda, dengan berbagai latar belakang berduyun-duyun mendaftar sebagai driver. 

Gambar diambil dari sini 
Namun, beberapa waktu terakhir keadaan seperti berubah drastis. Perubahan ini seiring dengan dihapuskannya sistem referral dan harga promo bagi pengguna aplikasi. Selain pengguna aplikasi, driver juga turut mengalami tsunami perubahan. Hal ini terjadi karena penerapan kebijakan oleh manajemen yang dianggap memberatkan driver. Selain kebijakan manajemen, driver juga dibuat pusing dengan jumlah order yang kian menurun karena sudah dihapuskannya harga promo.

Ramai diberitakan di berbagai media massa aksi unjuk rasa para driver GoJek. Aksi tersebut dikatakan sebagai bentuk kekecewaan karna banyaknya driver yang terkena suspend. Suspend yang dilakukan oleh manajemen GoJek ini bukan tanpa alasan, hal ini ditengarai karena banyaknya oknum driver yang melakukan kecurangan mulai dari melakukan order fiktif hingga menggunakan aplikasi penunjang yang "terlarang" untuk memenangkan bidding. Aksi demo tidak hanya terjadi di Jakarta tapi juga Bandung dan Surabaya.

Gambar diambil dari sini
Belum selesai kegaduhan di internal GoJek, baru baru ini publik dibikin heboh dengan keluarnya pernyataan dan peraturan dari Menteri Perhubungan Ignatius Jonan yang melarang beroperasi layanan ojek yang berbasis aplikasi. Larangan ini jelas menghantam GoJek sebagai layanan ojek online terbesar di Indonesia. Pemberitaan di media massa dan media sosial ramai ramai membahas tentang ini. Mulai dari masyarakat awam hingga pejabat teras. Hingga muncul tagar #SaveGojek yang menjadi trending topic di Twitter.

Banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan Jonan ini, karena tak lama kita mendengar berita Presiden Jokowi mengajak makan siang perwakilan driver dari berbagai perusahaan penyedia jasa ojek online, termasuk GoJek. Dalam pertemuan itu jelas sekali Presiden Jokowi menunjukkan keberpihakannya dengan para driver dan memberikan dukungan penuh adanya penyedia jasa ojek online. Sehingga munculnya pernyataan Jonan ini dipertanyakan mengingat bukankah Menteri merupakan kepanjangan tangan dari Presiden.

Bayangkan, ada berapa ratus ribu driver yang dinaungi oleh GoJek atau bisnis serupa lainnya. Berapa keluarga yang akan kehilangan salah satu mata pencahariannya jika si Ayah atau Ibu tidak lagi menjadi driver. GoJek memang bukan satu satunya perusahaan yang bisa memberikan lapangan pekerjaan. Tapi GoJek merupakan salah satu solusi yang diberikan oleh Nadiem Makarim untuk sedikit mengurangi angka pengangguran.

Tapi bersyukurlah, polemik pelarangan operasi GoJek dan ojek online lainnya hanya bertahan sebentar. Karena saat Presiden Jokowi mengetahui kasus ini, Jonan secara tiba-tiba menarik kebijakannya. Bahkan menyatakan akan memperbarui regulasi yang mengatur tentang angkutan umum.

Lantas setelah polemik ini selesai, cerita apalagi yang akan disuguhkan oleh GoJek kepada kita semua. Menjadi pioner dalam sebuah bisnis memang tidak mudah. Istilahnya kita harus mau "babat alas" terlebih dahulu. Saya menyadari adanya modal besar dan sokongan investor kakap yang mampu melakukan lobby-lobby tingkat tinggi. Sehingga di setiap polemik yang dihadapi GoJek selalu mampu dilewati dengan mulus.

Lantas setelah ini apalagi GoJek? Karya Anak Bangsa yang selalu menarik untuk digoyang dengan polemik dan diulas dengan cermat.

Neng Nunung  
Continue reading GO-JEK, Karya Anak Bangsa yang Terus Mengundang Polemik

Wednesday, November 25, 2015

,

Film Film “Bergizi” di Daftar Pemenang FFI 2015


Sumber Foto
Saya dan suami penggemar film industri dari India atau Amerika. Kekaguman kami bukan hanya pada kualitas cerita dan sinematografinya tapi juga pada produktivitas industri film di kedua negara tersebut. Di tahun 2012, Duta Besar India untuk Indonesia melansir rata-rata India memproduksi 1000 film selama setahun. Di Amerika tentu jauh lebih banyak, mengingat industri film di Amerika lebih tua. Pertumbuhan industri kedua negara tersebut dengan tidak langsung mempengaruhi industri film di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap bulan bahkan minggu, bioskop Indonesia diguyur dengan film film dari Hollywood.

Sebagai penikmat film, saya melihat ini merupakan tantangan bagi sineas Indonesia untuk bersaing tidak hanya dari segi jumlah film tapi juga kualitas film itu sendiri. Jujur, intensitas kami menonton film Indonesia di bioskop tidak sesering film film import. Setiap ada film Indonesia release, kami seleksi dulu pertama sih dari judulnya hehehe… Kalo judulnya udah nggak benar menurut kami, sudah pasti skip. Tapi syukurlah, makin ke sini film film Indonesia yang gak jelas itu makin berkurang. Bukan hilang sama sekali. Sineas Indonesia semakin sering melahirkan film film bergizi yang membuat saya semakin cinta dan bangga dengan Indonesia. Hebatnya lagi, banyak juga film film Indonesia yang memenangkan penghargaan di luar negeri.

Nah salah satu tolok ukur untuk tahu film film begizi kreasi sineas Indonesia adalah dari penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI). Senin, (23/11) Festival Film Indonesia 2015 baru saja selesai digelar. Banyak sekali film bergizi yang mendapatkan penghargaan. Tercatat ada tiga film yang mendapat penghargaan terbanyak, “Guru Bangsa Tjokroaminoto”, “A Copy of My Mind”, dan “Siti”.

Mau tahu film film bergizi beserta sineasnya yang mendapat penghargaan di FFI 2015? Yuk simak di bawah ini :        

- Pengarah Artistik: Guru Bangsa Tjokroaminoto
- Film Animasi: GWK
- Film Dokumenter Panjang: Mendadak Caleg
- Film Dokumenter Pendek: Tino Sidin Sang Guru Gambar
- Perancang Busana Terbaik: Guru Bangsa Tjokroaminoto
- Penata Musik: Siti
- Penata Suara: A Copy of My Mind
- Penyunting Gambar: Filosofi Kopi
- Penata Efek Visual: Supernova
- Sinematografi: Guru Bangsa Tjokroaminoto
- Pemeran Anak: Aria Kusumah (Pendekar Tongkat Emas)
- Pemeran Pendukung Wanita: Christine Hakim (Pendekar Tongkat Emas)
- Pemeran Pendukung Pria: Mathias Muchus (Toba Dreams)
- Pemeran Utama Wanita Terbaik: Tara Basro (A Copy Of My Mind)
- Pemeran Utama Pria Terbaik: Deddy Sutomo (Mencari Hilal)
- Sutradara Terbaik: Joko Anwar (A Copy Of My Mind)
- Film Terbaik: Siti
- Penulis Skenario Asli Terbaik: Eddie Cahyono (Siti)
- Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Jenny Jusuf (Filosofi Kopi)
- Lifetime Achievement: George Kamarullah
- Film Pendek Terbaik: The Fox Exploites The Tigers Might


Dari daftar di atas, beberapa kami sudah sempat melihatnya di bioskop. Ada film yang masih belum tayang di Indonesia, meskipun sudah memenangkan banyak penghargaan di luar negeri. Kalau lihat hasil film film yang mendapat penghargaan di atas, saya jadi yakin, someday industri film Indonesia akan bisa bersaing dengan industry film di Amerika atau India. Terlebih lagi, saat ini banyak aktor Indonesia yang dipercaya oleh industri film di Amerika untuk turut mengambil peran. Jadi, yuk tonton film Indonesia di bioskop. Saatnya geret suami ke bioskop buat nonton.  

  
Continue reading Film Film “Bergizi” di Daftar Pemenang FFI 2015

Tuesday, November 24, 2015

,

Just Give and Give, That's It


Pada sebuah workshop, seorang motivator telah menyiapkan kartu kartu bertuliskan nama semua peserta workshop. Lantas ia meminta semua peserta workshop mencari kartu yang bertuliskan nama mereka masing-masing. Apa yang terjadi? 5 menit berlalu tak satupun yang mendapatkan kartu bernama mereka, yang ada suasana ricuh. Sang motivator pun menghentikan menyuruh mereka berhenti. Ia kemudian mengubah instruksi, "Silahkan mengambil kartu manapun yang pertama kali Anda temukan, dan berikan kepada orang yang namanya tertera di kartu". Lantas tebak apa yang terjadi? Tidak sampai 5 menit semua peserta workshop mendapatkan kartu sesuai dengan nama masing masing.

Gambar diambil dari sini
Ilustrasi di atas ingin menyampaikan pesan apa sih ke kita?

Pernah kan kita mendengar istilah take and give. Keadaan saat kita mengambil atau memberikan sesuatu dengan mengharapkan sebaliknya. Namun, prakteknya banyak dari kita yang hanya terfokus mengambil hak kita tanpa ingat untuk memberi. Tekanan kerja atau kerasnya lingkungan kadang membentuk kita menjadi sosok yang individualis, hanya terfokus pada kepentingannya sendiri. Hal ini bisa tergambar dari ilustrasi di atas. Ketika kita terfokus dengan kepentingan kita sendiri tanpa peduli pada orang lain, yang terjadi adalah chaos atau disharmoni.

Lantas mungkin sedikit dari kita akan berkata, “Ah... Apa untungnya saya repot urus kepentingan orang lain? Belum tentu ada orang lain yang berpikiran sama dengan kita.”

Saya hanya ingin mengajak kita semua berpikir dengan analogi sederhana seperti ilustrasi di atas. Fokus saja untuk memberikan yang terbaik dari diri kita bagi orang lain. Bayangkan… Jika kita semua terfokus hanya untuk memberi yang terbaik dari diri kita untuk orang lain. Tak sekadar materi, bisa apapun yang kita miliki. Bahkan senyuman sekalipun. Tak juga harus menjadi orang kaya atau mampu dulu untuk bisa memberi. Bayangkan saja dulu semua itu…

Kita tak lagi sibuk mengeluh dan meminta atau menuntut apa yang tidak kita miliki. Tapi kita sibuk memberikan apa yang kita miliki dan dibutuhkan orang lain. Sudah lakukan saja, tidak usah berharap orang lain akan berlaku sama pada kita. Fokus pada memberi dan memberi.

Prinsip Give and Give ini memungkinkan terjadinya harmoni dalam hubungan interpersonal. Ketika prinsip Give and Give ini diterapkan bukan berarti kita tidak berhak menerima pemberian orang lain. We just receive it, not take from the others. Merendahkan hati dan melepaskan keterikatan atas apapun yang kita berikan pada orang lain. Lakukan saja. Yakin Saja.

Keselarasan hidup akan terjalin perlahan. Jika selama ini kita memelihara ego dan keterikatan terhadap apapun milik kita, maka dengan membiasakan diri untuk terus memberi hidup menjadi lebih ringan untuk dijalani. Untuk awalnya, jujur bagi saya untuk membiasakan diri untuk terus give and give harus setengah dipaksa. Karena saya pribadi awalnya masih sering berpikir, apa untungnya bagi saya? Bagaimana jika tidak ada yang berbuat sama seperti saya? Tapi proses memang harus dijalani. Awalnya terpaksa kemudian menjadi terbiasa.

Tidak perlu menunggu dari orang lain untuk memulai hal yang baik bukan? Just Give and Give.   







          


Continue reading Just Give and Give, That's It

Wednesday, November 18, 2015

, , , , , , ,

Mencari Mobil Idaman Kini Pun Semudah Menunjuk Layar



Saya punya cerita tentang jual beli mobil. Ayah saya pernah punya mobil Jimny kalau tidak salah jenisnya Jimny Kotrik atau Jimny Jangkrik tahun 1980an. Tipe mobil klasik yang memang jadi kegemaran Ayah saya. Suatu saat ada kebutuhan mendesak yang mengakibatkan keputusan untuk menjual mobil tersebut. Karena terikat dengan kebutuhan yang mendesak, Ayah asal saja menjual mobil itu. Di pikiran kami saat itu, asalkan mobil itu laku, tapi harapannya tetap sesuai dengan harga pasar.

Ayah memilih cara konvensional yang Beliau tahu. Cara getok tular. Setelah menunggu beberapa waktu, ada juga peminat mobil Ayah dan laku. Namun ternyata, harga yang didapat Ayah jauh di bawah harga pasaran. Ini juga kami tahu setelah ada seorang kawan saya yang memiliki kenalan kolektor mobil yang sama. Nasi sudah menjadi bubur, daripada disesali lebih baik ditambah dengan ayam, kacang, dan topping lainnya. Jadilah bubur ayam.

Kejadian itu beberapa tahun lalu. Berbekal pengalaman itu sekarang menjadi sangat hati hati dalam melakukan proses jual beli kendaraan bermotor. Terutama mobil. Takut salah dealing harga. Takut bertemu dengan penjual atau pembeli yang tidak terpercaya. Dan ketakutan lainnya.

Nah… Sekarang ini tidak perlu lagi bingung dan takut saat melakukan transaksi jual beli kendaraan bermotor terutama mobil. Portal online Mobil123.com hadir menawarkan berbagai kemudahan bagi penggunanya yang ingin melakukan transaksi jual dan beli mobil. Saya awalnya ragu sih saat pertama kali mendapat informasi tentang portal jual beli online khusus mobil ini. Takutnya seperti portal jual beli online lainnya yang juga memberikan ruang untuk jual beli mobil. Namun keraguan saya terjawab dengan fakta bahwa Mobil123.com hanya mengkhususkan diri menjual kendaraan bermotor terutama mobil. Sehingga pengunjung yang masuk ke portal online ini tidak bingung dan terganggu lagi dengan iming iming jual beli barang lainnya.

Apa saja sih kelebihan Mobil123.com sehingga membuat saya luluh dan tak ragu lagi pada portal jual beli online? Simak ulasan saya di bawah ini yuk.

Fitur dan Tampilannya User Friendly

Kadang saat masuk di portal jual beli online, kita dibuat bingung mau ke mana untuk mencari produk produk pilihan atau menjelajah. Itu tidak akan ditemukan dalam portal Mobil123.com. Meskipun portal ini padat dengan informasi tentang otomotif dan mobil yang dijual, namun semua tersaji dengan kemudahan akses. Sebagai apapun kita masuk ke Mobil123.com mau itu penjual broker, penjual agent dari showroom, showroom, pembeli, ataupun hanya sekedar melihat-lihat saja semuanya mudah dilakukan.

Warna portal yang dominan putih juga nyaman di mata. Informasi yang diberikan mengenai spesifikasi produk lengkap. Selain itu, informasi lain mengenai dunia otomotif juga sangat memanjakan pengunjung. Dengan sajian yang penuh itu, pengunjung tidak dibuat terlalu “lelah” jika berlama lama menelusuri isi portal Mobil123.com ini.  

Banyak Pilihan dan Mudah untuk Komparasi Harga

Di portal Mobil123.com menawarkan pilihan mobil yang beragam. Kita tidak perlu lagi keluar masuk showroom Mobil untuk mencari mobil yang kita inginkan. Tentunya yang sesuai dengan anggaran kita. Cukup masukkan merk mobil yang kita inginkan dan tentu saja tipe mobilnya. Mau mencari mobil dari tahun tahun lama pun kita bisa temukan. Untuk yang ini seperti Ayah saya harus saya ajak untuk berselancar di Mobil123.com hehehe.

Kalau mau membandingkan harga juga lebih mudah dilakukan. Mau membandingkan dengan merk sama tipe beda atau antara satu penjual dengan penjual lain juga lebih mudah. Buat saya yang agak sungkan kalo membandingkan harga atau keluar masuk toko untuk sekedar membandingkan harga. Portal Mobil123.com ini sangat membantu sekali.   

Penjual Terverifikasi dan Trusted Bikin Tenang

Nah satu lagi yang membuat Mobil123.com menjadi satu-satunya portal online jual beli mobil yang PERTAMA dan TERBAIK tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia dan Thailand. Satu hal itu adalah Mobil123.com berhasil membuat pengunjung yang hendak bertransaksi lebih merasa aman dan nyaman. Hal ini disebabkan karena penjual penjual di Mobil123.com sudah melewati proses verifikasi sehingga lebih terpercaya.

Dengan cara ini, saya bisa merasakan lebih aman saat akan mulai bertransaksi melalui Mobil123.com. Saya tidak takut nantinya akan tertipu atau salah pilih penjual. Pengelola Mobil123.com menjamin validitas setiap mobil yang dijual atau penjual yang benar benar terpercaya. Hal ini meminimalisir orang orang yang hendak berniat menipu atau penjual abal-abal.    

Mudah Diakses di Mana Saja
Kemudahan akses ini juga yang membuat Mobil123.com layak direkomendasikan. Kita bisa mengaksesnya melalui komputer, handphone, dan tablet. Asalkan koneksi internet lancar, maka kita bisa mengakses Mobil123.com dengan mudah. Tidak berat saat loading, ini penting banget mah kalau untuk portal jual beli.


Mobil123.com memberikan kita kemudahan mencari mobil idaman kita hanya dengan menunjuk layar. Dari semua kemudahan yang sudah saya sebutkan di atas. Masih ragu memilih Mobil123.com untuk mencari mobil idaman kita? Kalau saya sih tidak.   









Continue reading Mencari Mobil Idaman Kini Pun Semudah Menunjuk Layar

Wednesday, November 11, 2015

, , , , ,

Blogger Memang Harus Bersenang-senang

Oleh-oleh Fun Blogging 7 Surabaya

Fun Blogging 7 Surabaya

Dari Masa Kegelapan hingga Pra Pencerahan
Perjalanan saya menjadi blogger dimulai tahun 2009, biasalah problematika anak muda (hahaha zaman kegalauan tingkat dewa). Di tahun itu hingga 2011, blog Perempuan Langit dihujani oleh kata kata yang mengiris hati. Semua isi hati yang sudah dipoles sana sini tumplek blek di blog Perempuan Langit. Ya, isinya hanya airmata, kegalauan, ratapan, dan sejenisnya. Sampai akhirnya saya mulai perlahan berhenti menulis di blog.

Masa-masa itu adalah masa kegelapan kalau bahasa saya. Jauh sebelum saya paham kalau blog itu bisa diisi hal hal berwarna dan menyenangkan. Jauh sebelum saya mengetahui kalau blog bisa jadi sumber kebahagiaan dan sumber pendapatan juga. Dan saat saya sudah tahu semua itu, saya merasa begitu bodoh membuang waktu begitu saja, tidak memanfaatkan blog dengan benar.

Saya mulai berkelana ke berbagai grup blogger di Facebook. Mencari tahu perkembangan blogger saat ini, sampai blogwalking ke blog teman-teman yang dibagi di grup. Sayang, saya masih terlalu malu untuk meninggalkan jejak komentar. Karena saat itu, saya menganggapa apalah saya ini, hanya blogger menyek menyek. Dibandingkan dengan postingan teman teman yang beragam, ada yang reportase jalan-jalan, lomba blogger, cerita menginap di hotel ini, dan review ini itu. Semua itu berhasil membuat saya ciut.

Jujur, salah satu orang yang membuat saya terlecut untuk kembali menulis di blog ada Teteh Langit Amaravati. Membaca tulisan-tulisan yang dibagi di beranda facebooknya, menelisik cerita kesehariannya, dan mengikuti kabar pencapaiannya di berbagai lomba blogging. Teh Langit seolah bicara pada saya, “Kamu yakin ga mau kaya saya?”.  Dari Teh Langit juga saya mendapat info tentang acara Fun Blogging 7 di Surabaya. Gak hanya dapat info, Teh Langit juga memberikan link email pendaftaran. Tanggal 20 September 2015, saya langsung mengirim email untuk mendaftar. Jarak antara pendaftaran hingga terselenggaranya acara, sebulanan lebih. Dan di masa tunggu itu, saya sama sekali tidak sabar. Karena Ia selalu bercerita bagaimana ia menjadi tercerahkan setelah bertemu Trio Blogger Perempuan Kece mbak Haya AliyaZaki, Mbak Shinta Ries, dan Mbak Ani Berta.

Dan Ternyata Saya Blogger Pemalu
Hari yang ditunggu tiba, pagi itu datang ke Intiland Tower 2nd Floor Suite 10B dengan semangat juang 2015. Sampai sana, pintu kantor Qwords, tempat terselenggaranya acara, masih ditutup. Keluar dari lift saya bertemu dengan dua orang blogger yang jauh jauh datang dari Lamongan dan Tuban. Dan ternyata masih banyak yang rela datang jauh jauh dari berbagai kota di Jawa Timur. Ada yang dari Bondowoso, Jombang, Malang, dll.

Saat pintu dibuka, melihat wajah mbak Haya, mbak Shinta, dan mbak Ani itu berasa mimpi ketemu seleb akhirnya kesampaian juga. Dan bayangan seleb yang berjarak pun rontok berguguran, Mbak Haya, Mbak Shinta, dan mbak Ani menyambut kami dengan sangat ramah dan hangat. Cipika Cipiki dan saling berkenalan nama. Sungguh Trio Blogger Kece ini melepas jubah seleb blognya hehehehe.  
Duduk lesehan di kantor QWords pun tidak mengurangi semangat kami untuk menyimak sharing ilmu dari mbak Haya, mbak Shinta, dan Mbak Ani. Workshop yang bertajuk Fun Blogging : Dari Hobi Menjadi Profesi ini, benar-benar membuat mata hati, pikiran, dan dompet saya tercerahkan. Ooh… Bisa banget ya blogger ini jadi profesi yang sangat menjanjikan.

Sharing ilmu dari Mbak Haya Aliya Zaki

Perjalanan dari pagi hingga sore hari itu saya diajak bergumul dengan berbagai ilmu. Mulai dari bagaimana menulis konten yang bagus dari materi mbak Haya Aliya Zaki Writing Great Content. Saya dan teman-teman diajak memahami bahwa mau apapun stempel blogger yang ditempel ke kita, konten yang bagus itu harga mati. Jangan hanya tampilan aja yang gonjreng tapi tata bahasa, gaya penulisan, dan isi tulisannya juga harus enak dibaca.

Tips tips blogging dari mbak Shinta Ries
Mbak Shinta Ries memberikan materi yang lumayan rumit buat saya hehehe… Advancing Your Blog Platform. Mulai dari saya diajak mikir mau pake blog gratisan atau yang profesional. Hal-hal teknis yang lumayan buat semakin berpikir kalau blogger ini profesi yang serius ya.

Ini niih... ilmunya dari mbak Ani Berta mahaal 

Dan ini pamungkasnya. Materi dari mbak Ani Berta tentang How Monetize Your Blog Trough Branding. Materi ini yang paling mengguncang kesadaran saya hahaha… Saya mah gampang terguncang kalau urusan duit (blogger matre). Mbak Ani berbagi pengalamannya selama ini menjadi blogger dan bagaimana ia mendapatkan pendapatang yang bikin mata mengerjap dollar-dollar.
Sepanjang acara workshop saya ternyata menyadari satu hal. Saya masih menjadi blogger pemalu. Selain karena masih belum mengenal banyak teman-teman blogger, saya juga masih kurang narsis dan personal brandingnya masih belum “megang”. Bagaimana kita bisa “menjual” blog kita kalau kita sendiri belum eksis di social media dan dunia blogging. Jadi mari kita meng-eksiskan diri sebagai blogger.  

Saya Blogger, Kamu Blogger? Saatnya Kita Bersenang-Senang
Satu lagi oleh-oleh yang saya dapat dari acara Fun Blogging 7 yang selain disponsori oleh QWords ID, Mobil123, juga oleh SMARTFREN. Blogger itu harus bisa bersenang-senang. Gak berarti kita hanya menulis hal-hal yang “happy-happy” dan “hura-hura”. Tapi sebagai blogger kita harus merasa senang saat menulis di blog. Karena saat kita senang melakukan sesuatu dengan hati senang dan bahagia, tulisan kita juga bisa membuat orang lain yang membacanya juga bahagia. Kalau kita berhasil membuat pembaca tersentuh dengan tulisan kita, maka pesan dari tulisan akan mudah masuk kepada pembaca.

Mari bersenang-senang saat menulis Blog


Gampang banget kok kalau ingin membuat saya bahagia, seperti kemarin sambil menunggu acara Fun Blogging dimulai, saya masih bisa akses social media dan menulis untuk blog. Asal kuota internet modem Andromax M2Y aman mah dijamin saya pasti bahagia. Apalah artinya blogger dan pejuang militan social media tanpa kuota internet. Oh ya, sekalian mau curhat sedikit, di rumah saya plus sederatan gang rumah itu banyak provider yang gak bergerak dan gagal eksis. Dan Smartfren dengan jaringan 4G LTEnya adalah juaranya mah kalo di rumah saya. Koneksinya wuzzzz…  

So, Mari kita memberikan personal touch dan bersenang-senang di setiap tulisan kita di blog. 


Continue reading Blogger Memang Harus Bersenang-senang

Friday, November 6, 2015

, , , ,

BPJS Wajib, Yang Kaya? Anggap Saja Sedekah


Gambar diambil dari sini
Saat ini Indonesia masuk ke fase masyarakat mau tidak mau harus sadar asuransi. Hal ini terlihat dengan adanya BPJS Kesehatan yang sedikit banyak menurut saya mengadopsi sebagian sistem asuransi. Sebagian besar masyarakat yang selama ini masih belum sadar asuransi "dipaksa" untuk mengikuti program BPJS.

Sesungguhnya program BPJS juga merupakan transformasi dan penyatuan berbagai program sebelumnya, misal ASKES, Jamkesmas, Jampersal, tunjangan TNI, dll. Jadi masyarakat yang sebelumnya merupakan peserta program-program tersebut akan otomatis termigrasi dan terdaftar sebagai peserta BPJS. Nah, karena program BPJS ini mengikat bagi seluruh warga negara Indonesia, maka masyarakat yang sebelumnya tidak terdaftar bahkan tidak berminat pun kini wajib mendaftar sebagai peserta BPJS.

Terlepas dari banyaknya keluhan masyarakat akan pelayanan fasilitas kesehatan kepada peserta BPJS yang kurang menyenangkan. Namun, patut diakui keberadaan BPJS sangat membantu masyarakat dari golongan menengah ke bawah. Dengan BPJS, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya saat sakit. Tentunya dalam proses klaim atau pemanfaatan fasilitas BPJS harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan.


PROSEDUR. Ini sepertinya menjadi momok bagi kebanyakan peserta BPJS. Prosedur klaim BPJS yang memiliki banyak tahapan membuat para peserta BPJS harus memiliki kesabaran yang ekstra. Dan ini sesungguhnya harus dimaklumi karena jumlah peserta BPJS yang banyak dan harus tertangani semua. Serta tidak semua fasilitas kesehatan telah siap menangani peserta BPJS.

Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mau mendaftarkn diri sebagai peserta BPJS. Berbagai alasan dikemukakan bergantung siapa yang ditanya. Kalau mereka yang masuk golongan menengah ke bawah yang sebelumnya tidak ter-cover Jamkesmas dan belum sadar asuransi akan memberikan alasan "ga butuh BPJS", "Saya loh sehat, buat apa tiap bulan bayar uangnya hilang", dll. Tapi bagi mereka yang masuk golongan menengah ke atas mereka akan cenderung memilih asuransi swasta yang sudah established. Karena mereka menganggap pelayanan BPJS tidak bisa meng-cover kebutuhan mereka akan pelayanan fasilitas kesehatan yang prima.

Terus bagaimana dong kita sebagai masyarakat, warga negara ikut mensukses program pemerintah ini (ciyeee bahasanya gileee). Kalau saya sih kita harus ubah mind set. Untuk yang menganggap BPJS gak penting, belum butuh, atau masih sehat wal afiat mungkin perlu belajar dari pengalaman saya. Saat Papa saya mendadak terkena serangan jantung dan harus opname, tanpa BPJS, tanpa asuransi swasta dll. Yang terjadi adalah saya dan keluarga harus pinjam sana sini untuk menutup biaya rumah sakit yang tidak murah. Kalau kita terdaftar BPJS? Memang akan melewati proses yang banyak, dokumen yang disiapkan untuk proses klaim di rumah sakit juga banyak, tapi kita hampir tidak mengeluarkan biaya apapun.

Nah bagi teman-teman yang masuk golongan mampu, menengah ke atas, yang merasa BPJS tidak lebih bagus pelayanannya dari asuransi swasta yang sudah dimiliki, juga harus ubah ubah mindset. Teman-teman tetap bisa mendaftarkan diri sendiri dan keluarga sebagai peserta BPJS. "Loh kan percuma, kalau saya sakit atau masuk rumah sakit mending klaim pake asuransi saya". Gini... Anggap saja tiap rupiah yang teman-teman bayarkan setiap bulan sebagai iuran BPJS itu sebagai sedekah. Iya sedekah. Simplenya anggap saja demikian. Anggap saja jatah sakit teman-teman dialokasikan untuk dimanfaatkan mereka yang memang GRATIS iuran BPJS bulanan.

Gak minta sih, siapa tahu nih, siapa tahu suatu saat ada satu masa teman-teman membutuhkan BPJS, di satu kondisi yang asuransi swasta yang kita miliki tak bisa handle atau apalah...

Udah gitu ajah...

Salam,

Neng Nunung      


     
 

===
#30DWC #Day14


Continue reading BPJS Wajib, Yang Kaya? Anggap Saja Sedekah

Tuesday, November 3, 2015

, , , ,

Berharap Jodoh Terbaik? Pantaskan Diri Dulu



Gambar diambil dari infoemina.net

X : Eh say tipe calon suami idamanmu gimana sih?
Y : Aku mah gak neko neko yang penting baik, setia, taat beribadah, sayang ama                         keluargaku, pekerja keras, mapan, gak ngerokok, gitu aja lah... simple
X : Gitu itu gak neko neko?? hehehehe 
      Eh btw... Kamu sudah nyiapin umpan belum? 
Y : Umpan apa maksudnya?
X : Loh istilahnya kan kalau mancing ikan besar, umpannya juga kudu besar toh... 
Y : ????

Kalau mancing Ikan Besar, Umpannya juga Kudu Besar
Kurang lebih itu adalah poin yang ingin saya sampaikan. Berawal dari curhatan seorang sahabat yang mengeluhkan belum ada laki laki yang berani melamarnya. Yang kemudian berujung pada pertanyaan yang saya ajukan tentang kriteri calon suami idamannya. Ilustrasi percakapan di atas kurang lebih menggambarkan percakapan kami.

Wajar seorang wanita dewasa, mengharapkan laki laki yang sempurna untuk meminangnya. Kriteria yang panjang disiapkan, apalagi bagi mereka yang sudah pernah memiliki riwayat kegagalan dengan pasangan sebelumnya. Biasanya yang demikian, mereka akan lebih selektif lagi dalam memilih pasangan hidup. Secara umum, wanita memang cenderung mencari seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan aman.

Namun...

Pernakah kita berpikir ketika kita memasang target atau standar tinggi untuk pasangan hidup kita. Apakah kita sudah memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang sesuai kriteria kita itu. Karena yang saya percaya, setiap kita itu berpasang pasangan. Sehingga logikanya sih, kalau kita mau mendapatkan jodoh A+ maka kita juga harus memantaskan diri A+.

Ketika kita sudah mulai menyerah, mengapa kriteria jodoh yang kita inginkan tidak juga datang. Mungkin kita perlu instropeksi diri, bercermin. Apakah saya sudah pantas mendapatkan calon suami seperti yang kita inginkan? Jika masih ragu akan jawaban dari pertanyaan itu, maka berhenti mencari dan menunggu atau berharap jodoh yang sesuai dengan kriteria terbaik dalam bayangan kita.

Kok malah disuruh berhenti menunggu dan berharap????

Karena sesungguhnya di titik kita mulai ragu apakah kita telah pantas mendapatkan calon suami yang sesuai dengan kriteria kita, di titik itulah kita harus merubah haluan. Bukan berharap, menunggu, dan meratapi keadaan tapi bagaimana kita menjadikan diri kita menjadi layak bersanding dengan laki laki terbaik manapun yang disiapkan Allah SWT untuk kita.

Mengubah diri menjadi sosok terbaik, perempuan yang layak menjadi pilihan. Bukan hanya secara fisik indah, tetapi yang lebih penting cantik hati, cerdas, dan menjadikan dirinya sebagai perempuan atau makhluk yang dicintai oleh Allah SWT.

Kesampingkan dulu kriteria kriteria bagi calon suami idaman kita. Balik posisinya, bagaimana kalau di luar sana ada laki laki yang sedang mencari perempuan idamannya untuk dipinang. Apakah itu kita yang sesuai dengan kriterianya?

So Love Your Allah SWT first, then Love Your Self... Dan pantaskan diri untuk menjemput jodoh terbaik yang disiapkan Allah SWT.

Salam,

Neng Nunung      



===
#30DWC #Day13



Continue reading Berharap Jodoh Terbaik? Pantaskan Diri Dulu
, ,

Just Love Your Self

Duuuhh ini kenapa ya hidung aku pesek banget??
Pipi ini chubby banget sih, duh kenapa ga bisa setirus si itu?

Pengen deh wajahku seperti artis korea atau secantik Nadine Chandrawinata
Pernah ga kamu merasakan hal itu dan bergumam ingin merubah bentuk hidung, wajah, atau bagian tubuh lainnya.

Beberapa tahun terakhir, saat marak budaya Korea dan Thailand masuk ke Indonesia, masuk pula kebiasaan atau tren tentang operasi plastik. Tindakan operasi yang diperuntukkan untuk merubah bentuk wajah. Mendadak banyak orang ingin wajahnya seperti artis Korea atau shemale ala Thailand.

Di Korea sendiri, operasi plastik seperti menjadi hal yang wajar dilakukan. Bahkan beberapa waktu lalu ada artikel berita yang menyebutkan seorang ibu memberikan kado ulang tahun ke 17 kepada anaknya berupa operasi plastik. Dan tren itu mulai menjalar di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya klinik kecantikan yang menawarkan jasa bedah estestik atau sekedar perawatan.

Kemarin saya melihat sebuah video yang kemudian saya bagikan kembali di Facebook. Video ini menggambarkan serangkaian proses mengubah bentuk wajah, mulai botox hingga tanam benang. Beberapa teman yang pernah melakukan treatment semacam itupun berkomentar. Ada yang bilang sakit, mahal tapi gak ada hasil, sampe ada yang trauma karena rasa sakitnya.

Ada juga seorang penyanyi dangdut yang semingguan terakhir mendadak dibicarakan oleh media karna mengakui sudah menjalani serangkaian plastic surgery, treatment lainnya juga.
Saya lantas berpikir, apa yang membuat kecantikan itu memang begitu pentingnya bagi seorang perempuan? (Bahkan laki laki). Apakah tuntutan pasangan? Apakah untuk menunjukkan status sosial? Apakah untuk kebanggaan pribadi?

Apapun alasannya pasti itu cukup kuat dan penting sampai para pelakunya kuat menahan sakit dan mengeluarkan dana sebegitu banyaknya.

Tapi... Apakah untuk menjadi cantik harus sampai sesakit itu?
Apapun alasannya seseorang memutuskan melakukan "face off" pada dirinya, saya yakin semua bermuara pada rasa bahagia yang ingin didapat.
Jika memang muaranya ada bahagia. Apakah rasa sakit dan uang yang digelontorkan itu dapat serta merta membeli kebahagiaan kita?

Saya ada beberapa saran atau tips lah bagi saya, kamu dan kita semua. Bagaimana menjadi cantik, bahagia, tanpa merasakan sakit yang berlebihan bahkan mengeluarkan uang yang tak sedikit.

1. Syukuri apa yang kita miliki sekarang juga. Jangan meratapi "kelemahan diri" dan sibuk membandingkan dengan orang lain yang menurut kita memiliki kelebihan.

2. Ketahui benar apa potensi diri kita. Daripada sibuk mengubah diri menjadi sesuatu yang bukan diri kita, mengapa tidak mengoptimalkan saja potensi diri. Misal, kita memiliki kemampuan dalam hal memasak, berdayakan itu, bikin usaha atau blog yang sesuai dengan kemampuan kita. Atau bahkan membuka kursus memasak misalnya.

3. Jangan izinkan orang lain menghina atau merendahkan Anda. "he gendut" "he pesek" atau panggilan lainnya. Apakah itu hinaan? Itu akan menjadi sebuah hinaan jika kita mengizinkannya itu sebagai hinaan. Saya sudah lamaa banget dipanggil gendut, gembrot, gajah, dll. Tapi saya tidak mengizinkan orang lain merendahkan saya dengan hinaan macam itu. Kita tidak bisa membungkam mulut mereka atau menahan mereka mengeluarkan kata kata buruk. Yang bisa kita lakukan adalah menganggap itu semua tidak pernah ada. Saya tidak pernah menganggap itu semua sebagai hinaan, bahkan terkadang saya menganggap mereka yang berbicara itu tidak pernah ada hehehhe.

4. Back to Nature. Udah deeh semua yang alami itu yang paling bener. Meskipun prosesnya tidak instan tapi saya yakin, akan lebih awet bertahannya. Termasuk soal perawatan wajah dan tubuh. 

Dan kunci dari semua itu cuma satu, Just Love Your Self. Cintai setulus tulusnya diri Anda apa adanya. Itu saja. 


Salam, 

Neng Nunung

#30DWC #Day7
Continue reading Just Love Your Self

Monday, November 2, 2015

, , , , , ,

Demo Upah Naik, Demi Layak Hidup atau Gaya Hidup

foto diambil dari sini
Oke sebelum panjang lebar saya menulis, saya mau membatasi koridor dan frame kita semua, saya dan Anda. Karena ayah saya sampai ia benar-benar sakit dan tidak bisa bekerja adalah buruh, suami saya juga seorang buruh, saya juga bisa dikatakan sebagai buruh. Tulisan ini tidak dalam rangka menyudutkan perjuangan teman teman buruh atau apapun. Saya ingin kita semua meredefinisikan arti penuntutan hak hidup layak bagi buruh.

Setiap demo buruh, isu yang paling santer muncul di permukaan adalah kenaikan upah, selain isu penerapan standar kelayakan, serta pengangkatan tenaga outsourching menjadi tenaga tetap. Kenaikan upah hampir selalu dituntut setiap kali demo dengan alasan sudah ga mampu memenuhi standart hidup layak. Namun, di sisi lain masyarakat awam disuguhi foto foto pendemo yang menggunakan sepeda motor keluaran terbaru atau motor yang harganya tidak murah. Akhirnya masyarakat awam bertanya tanya, katanya upahnya tidak cukup untuk hidup layak, kok bisa punya kendaraan "mewah" atau handphone keluaran terbaru.

Ok kita keluar dari bahasan itu ya...

Kalau menurut saya, daripada teman teman buruh menuntut kenaikan upah yang nantinya mungkin bukan dialokasikan untuk meningkatkan kelayakan hidup tapi membeli barang yang cenderung mewah. Menurut saya, ada baiknya teman teman buruh menuntut hal hal di bawah ini :

1. Perumahan Murah atau Gratis Bagi Buruh
Perumahan murah atau gratis ini kalau bisa letaknya sedekat mungkin dengan lokasi kerja. Buruh layak mendapat rumah yang nyaman, bukan lagi tinggal di rumah sepetak. Jika ini bisa diwujudkan, maka standar kelayakan hidup teman teman buruh bisa terwujud.

2. Transportasi Massal Gratis dari Meeting Point ke Lokasi Kerja
Mensiasati naiknya terus BBM, transportasi massal gratis ke lokasi kerja penting sekali bagi buruh. Perusahaan bisa menentukan meeting point yang merata dari berbagai wilayah di sekitar lokasi kerja. Solusi ini bisa mengurangi pengeluaran yang biasa dikeluarkan untuk membeli BBM bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

3. Fasilitas Kesehatan Gratis
Point ini sebenarnya bisa dicover oleh BPJS Kesehatan. Tapi mungkin perlu penekanan, di fasilitas kesehatan rujukan mana yang bisa "mengistimewakan" teman teman buruh. Kesehatan menjadi faktor pengeluaran utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
 
4. Tambahan Subsidi Pendidikan bagi Anak
Meskipun, pendidikan sudah gratis sampai SMA. Namun, di beberapa sekolah masih memungut beberapa biaya lain dan juga pembelian buku penunjang pendidikan. Jika tambahan subsidi pendidikan ini dipenuhi, budget pengeluaran bisa sangat terbantu.

5. Bentuk Koperasi Buruh/Karyawan Tempat Beli Sembako Murah
Nah ini yang penting, koperasi karyawan. Jika koperasi ini terbentuk, teman teman buruh bisa membeli kebutuhan pokok di koperasi dengan harga yang lebih murah daripada harga pasaran. Dan ini sangat mengurangi pengeluaran.

Tuntutan di atas penting bagi saya untuk diperjuangkan. Karena jika 5 poin di atas terpenuhi, inflasi atau naiknya standar hidup layak tidak akan berpengaruh. Upah akan bisa sepenuhnya untuk pemenuhan kebutuhan hidup lainnya selain kebutuhan pokok di atas.

Hak hidup layak memang patut diperjuangkan, namun jika "nilai uang" itu bisa dikonversikan dalam bentuk lain yang benar benar meningkatkan kelayakan hidup kita, mengapa tidak. Karena jika yang dituntut semata mata uang, takutnya teman teman buruh akan terjebak dalam pemenuhan gaya hidup bukan layak hidup.

Salam,
Neng Nunung

#30DWC #Day12


Continue reading Demo Upah Naik, Demi Layak Hidup atau Gaya Hidup

Saturday, October 31, 2015

, ,

Jangan Jadi Generasi Kurang Piknik

Rutinitas sehari hari kadang menjebak kita dalam kepenatan yang luar biasa. Baik secara fisik, pikiran, dan perasaan. Kadang kita tidak merasa itu sebagai sebuah beban, karena menganggapnya sudah biasa dilakukan setiap hari.
Pagi bangun, persiapan ke kuliah atau kantor, sarapan, perjalanan yang macet, kuliah padat atau pekerjaan yang tak henti hentinya, bertemu dosen atau atasan yang yaaah gitu lah, lembur atau kegiatan lainnya, perjalanan pulang yang macet, istirahat dan begitu terus setiap hari. Apakah kita bosan? Mungkin kita sempat merasakan bosan, tapi jabakan maya itu membuat kita terus melakukannya dengan "senang hati".
Nah apa jadinya jika itu berlangsung terus? Karena kita diciptakan bukan sebagai robot, tentu ada satu masa kita merasa hang, perlu di restart. Itu berarti kita sudah menjadi generasi kurang piknik hehehe... Apa sih bahayanya kalau kita kurang piknik?

Bahayanya kalau kita kurang piknjk atau refreshing itu bisa dilihat saat kita gampang marah, stres yang berkepanjangan, bawaannya baper (sensitif), ujung ujungnya akan berpengaruh juga ke produktifitas. Produktifitas akan menurun. Itu mengapa semua harus seimbang antara jalan jalan alias piknik alias refreshing dengan rutinitas.

Naah... Saya mau ngasih tips nih buat yang pengen refreshing tapi dananya ngepas atau waktunya terbatas. Check it out yaaah...

1. Yang pertama dan utama rencanakan waktu liburan. Tanggal kita mau libur atau cuti, anggarannya, dll. Ini penting kalau kita mau liburan ke luar kota. Usahakan tentukan waktu liburannya jauh hari sebelum hari H. Kenapa? Booking tiket dan penginapan biasanya lebih murah kalau jauh jauh hari.
2. Kalau dirasa budget ga cukup untuk ke luar kota atau luar negeri. Coba deh eksplore spot wisata di dalam kota atau dalam negeri. Cari lokasi yang belum pernah kita kunjungi. Jangan pilih tempat wisata yang mainstream, biasanya yang mainstream dan jadi destinasi wisata lebih mahal ratenya.
3. Coba browsing grup grup yang bikin open trip. Cara ini bisa lebih hemat kalau kita mau ke destinasi wisata tapi budget ga terlalu besar. Biasanya ada dua pilihan open trip, meeting point di destinasi wisata atau di masing masing kota. Misal : open trip ke Bromo ada yang kumpul di stasiun di Surabaya atau kota lain ada juga yang ketemu langsung di Bromo. Pilihan ini akan menentukan biaya dari Open Trip. Biasanya semakin dekat meeting point dengan destinasi wisata akan semakin murah.
4. Dan ini cara terakhir yang paling murah (ga juga sih) dibanding yang lain. Temukan waktu me time. Lakukan apapun yang kita suka seharian. Hobby, ke salon, spa, nonton film, belanja, atau apapun yang kita suka. Manjakan diri dan berikan hak diri kita untuk santai sejenak.
Kalau kita bisa menyeimbangkan waktu rutinitas dan piknik atau relaks time, hidup akan berjalan lebih ringan dan tanpa beban. Karena kita menjalankannya bukan sebagai robot. Enjoy your life friends, don't waste it.
Salam,
Neng Nunung

#30DWC #Day11
Continue reading Jangan Jadi Generasi Kurang Piknik

Friday, October 30, 2015

, , , , ,

Tips Mencari Rumah Murah di Surabaya

gambar di ambil dari sini
Sekarang ini mencari rumah murah di kota besar, termasuk Surabaya memang tidak mudah. Mencari rumah di tengah kota dengan harga 400 juta maksimal seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Kalaupun ada, kondisinya pasti tidak layak dan nyaman. Dengan kisaran harga demikian, mungkin kita masih bisa memilih hunian yang nyaman di pinggiran kota atau bahkan kota penyangga du sekelilingnya.

Tapi memilih rumah di pinggiran kota pun masih harus dipertimbangkan lagi. Karena faktor jarak dan waktu tempuh yang harus dilalui setiap harinya. Lantas, bagaimana solusinya kalau kita ingin mencari rumah murah, atau paling tidak, sesuai dengan anggaran yang kita miliki. Yuk simak beberapa tips singkat dari saya.

1. Datangi Pameran Rumah Murah di Kota Anda
Kalau kita mau mencari rumah murah di kota kita, atau paling tidak di kota kota penyangga, seringlah datangi pameran pameran rumah murah. Biasanya pameran ini diadakan oleh Bank atau Dinas terkait. Rumah rumah yang dijual pun kebanyakan rumah bersubsidi yang harganya murah dan cara bayarnya mudah.  

2. Getok Tular,, Libatkan Saudara dan Kerabat untuk Hunting
Seringlah bercerita kepada keluarga, teman, dan kerabat. Ini penting, agar mereka bisa ikut menginformasikan pada kita kalau di sekitar mereka ada rumah murah yang sedang dijual. Apalagi misal yang punya rumah sedang butuh uang. Karena psikologis orang yang butuh uang cepat, akan melepas berapapun harga rumahnya agar cepat laku asal masuk dengan kebutuhannya.

3. Datangi Bank atau Balai Lelang Terdekat
Satu lagi cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan rumah murah. Di setiap Bank atau Balai Lelang pasti akan meng-update secara berkala listing rumah yang akan dilelang. Biasanya harga rumah lelang akan lebih murah daripada harga pasaran pada umumnya. Namun, untuk hunting lelang seperti ini, kita harus rajin mencari jadwal lelang dan listing serta mekanisme lelang karena tiap bank dan balai lelang akan memiliki perbedaan.

4. Cari Rumah yang Tidak Layak Huni, Rusak Parah, atau Lama Kosong
Jangan takut atau malu mencari rumah bekas yang tidak layak huni, rusak parah, atau lama kosong. Asalkan lokasi, luasan, dan harga cocok maka tidak ada alasan menolak. Kenapa saya sarankan beli rumah model seperti ini? Satu yang pasti, harga pasti jauh lebih rendah daripada rumah yang sudah siap huni. Tinggal kita harus bisa mengkalkulasi biaya renovasi ditambah harga belinya masih masuk ga ke anggaran kita, dan pastikan juga kombinasi keduanya tidak lebih tinggi daripada membeli rumah layak huni.

5. Beli Tanah Kaplingan, Bangun Sendiri 
Ini cara yang banyak dipakai sekarang. Kalau dirasa berat membeli rumah jadi atau siap huni. Saya sarankan memang membeli tanah kaplingan dan kemudian dibangun sendiri. Tapi untuk cara ini juga ada syaratnya, selain surat surat kepemilikan tanah harus jelas, kita juga harus memastikan perhitungan biaya pembangunan dan durasi pembangunan. Istilahnya target selesai jadi rumah hingga siap huni kapan. Ini mengantisipasi pembengkakan biaya pembangunan. Oh ya satu lagi, pastikan desain rumahnya fix dulu baru dibangun, pengalaman sih kalau desainnya masih berubah ubah, biaya pembangunan akan membengkak nantinya.

Itu dulu ya tipsnya, semoga bermanfaat :)

Salam,

Neng Nunung

#30DWC #Day10


Continue reading Tips Mencari Rumah Murah di Surabaya
, , ,

Mencari Rumah Idaman Ibarat Mencari Jodoh

foto diambil dari sini

Rumah...
Kini tidak hanya sekedar tempat berlindung dari teriknya panas dan dinginnya udara. Tidak hanya sebagai tempat bernaung dengan keluarga kecil maupun besar. Rumah kini menjadi simbol. Simbol kemapanan, simbol kebahagiaan, simbol kemandirian. Seseorang belum dikatakan mapan, mandiri, dan menjalani kehidupan yang bahagia jika belum memiliki sebuah rumah.

Bagi saya, rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk melepas penat setelah seharian dihajar rutinitas kehidupan. Rumah haruslah penuh dengan cinta dan kehangatan yang dimunculkan dari masing masing orang di rumah itu.

Nah, bagaimana mendapatkan rumah yang tepat dan sesuai dengan impian kita. Tidak mudah kalau saya bilang, cari rumah itu hampir susahnya dengan cari jodoh, eh... hehehheh...


Hanya ada dua hal penting yang harus kita tahu benar sebelum memutuskan untuk mencari rumah. Dua hal itu adalah, ANGGARAN dan LOKASI.

ANGGARAN mengapa saya sebutkan pertama, karena ini adalah kunci dari semua hal yang nanti pasti akan kita pertanyakan dalam memilih rumah. Hitung dulu anggaran yang kita miliki sekarang, ini penting untuk merencanakan apakah kita akan membeli rumah dengan cara tunai atau cicilan. Kalau memang dana kita tidak cukup untuk membeli dengan cara tunai, saya sarankan untuk ambil cicilan inhouse yang langsung ke developer. Selain tidak berbunga atau kalaupun ada sangat kecil, durasi cicilan yang tidak terlalu panjang seperti KPR, tentunya untuk beberapa case kita bisa terhindar dari RIBA.

Ada satu cara lagi jika memang anggaran kita masih belum cukup untuk membeli rumah secara tunai tapi kita masih ragu untuk mengambil cicilan. Yaitu dengan membeli tanah kaplingan, tentunya nanti kita harus sedikit mengeluarkan effort lebih untuk membangun sendiri. Namun kelebihan untuk membeli tanah dan membangun sendiri. Kita bisa menentukan sendiri desain rumah baik eksterior maupun interior sesuai keinginan kita, tidak terpaku pada desain seragam dari developer.

Kepastian soal berapa anggaran yang kita miliki juga akan berpengaruh pada pemilihan LOKASI. Seperti kita tahu, semakin strategis lokasi suatu properti, harga yang dipatok pun semakin mahal. Pemilihan lokasi tentunya harus diukur dari faktor kedekatan dengan tempat kerja, sekolah, serta sarana umum lainnya. Hal ini penting, karena di tengah keadaan lalu lintas di Surabaya atau kota besar lainnya yang cenderung macet, memiliki hunian yang aksesnya mudah ditempuh dari berbagai kawasan itu hal yang sangat membantu. Bisa saja sih kita memilih lokasi di pinggiran kota yang memiliki harga rumah lebih murah daripada di pusat kota, namun kita harus menghitung biaya transportasi dan waktu yang terbuang selama perjalanan.

Oh ya, kalau memang berniat untuk survey rumah usahakan dalam sehari hanya survey 1-2 rumah saja. Untuk menjaga mood dan objektivitas kita dalam memilih rumah. Kalau dalam satu hari kita kejar kejaran dengan waktu untuk melihat beberapa lokasi rumah sekaligus, saya jamin bukannya bisa merasakan rumah yang tepat untuk kita, malah pusing dan bingung.

Sudah ya, nanti kita sambung lagi tips tips mencari rumah sesuai dengan budget dan diusahakan bebas RIBA...

Salam,

Neng Nunung

#30DWC #Day9
   



Continue reading Mencari Rumah Idaman Ibarat Mencari Jodoh

Thursday, October 29, 2015

, , ,

Menulis Satu Cara Terhindar dari Kegilaan

Satu dua hari ini saya sempat dibuat berpikir dengan pertanyaan yang dilontarkan seseorang "Ngapain sih kamu ngeblog lagi? Untungnya apa?" "Pekerjaan kamu itu menuntut perhatian dan fokus, meleng sedikit atau telat sedikit, klien akan rugi ratusan juta bahkan miliaran". Saat saya katakan, saya mengurus beberapa blog dan mengisi artikel di beberapa web, seseorang ini semakin terkejut.

Mungkin dia memandang saya sebagai orang gila. Tapi bagi saya, saya akan lebih gila kalau tidak menulis. Mengapa?
Saya dulu menulis di blog saya yang lama atas saran dari seorang kawan. Ia juga berprofesi sebagai psikolog dan terapis hypnosis. Ia pernah berkata "Menulislah, kamu akan lega saat menumpahkan segala keresahan di hati dan pikiran". Berbekal kata kata itulah dulu saya mulai menulis di blog di tahun 2009an. Dan saya sangat percaya, writing is part of self healing.
Saya membuktikan, saat saya benar benar terpuruk karena suatu masalah. Menulis adalah salah satu cara agar saya tetap terjaga dari kegilaan, tentunya setelah ibadah. Keresahan, himpitan rasa di dada dan otak, semua tercurah pada lembar kertas atau layar komputer. Dan setelah menulis, semuanya menjadi lebih lega, lebih lepas.
Dan sekarang, apa yang membuat saya harus tidak menulis. Di saat kepenatan fisik dan psikis terjadi hampir setiap hari. Menulis adalah membuat saya yakin bahwa besok saya masih bisa bangun dari tidur dalam keadaan waras. Menulis adalah cara saya menjadi sedikit manusiawi, sehingga saya tidak menjadi robot yang hanya menjalani rutinitas sama setiap harinya.
Selamat menikmati moment menulismu. Selamat terhindar dari kegilaan. Selamat Hari Blogger Nasional.
Salam,
Neng Nunung

#30DWC #Day8


Continue reading Menulis Satu Cara Terhindar dari Kegilaan

Tuesday, October 27, 2015

, , ,

Kisah Tas yang Lebih Jauh Melangkah dari Pemiliknya

Saya mau berkisah tentang sebuah travel bag. Iya travel bag. Senin kemarin ada sebuah tas yang paginya saya isi dengan baju, laptop, dan perlengkapan lain bekal untuk hadi di acara Blogger Camp di The Pines Taman Dayu Pasuruan. Kisah ini bermula jauh hari sebelumnya, bermula saat saya mendapat kesempatan mengikuti Blogger Camp di Pasuruan. Kesempatan itu langsung saya ambil. Saya atur jadwal sehingga semua terencana dengan baik. Termasuk jadwal meeting sebelum keberangkatan dan setelah nanti saya sampai di Surabaya.
Continue reading Kisah Tas yang Lebih Jauh Melangkah dari Pemiliknya

Sunday, October 25, 2015

, , ,

Poligami, Pilihan atau Takdir?

Beberapa hari terakhir dunia maya digemparkan dengan video seorang perempuan bercadar yang curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Video ini kemudian semakin viral dan terus menjadi perbincangan hangat. Si perempuan yang diketahui bernama Ana ini menyatakan ia menyerah pada poligami yang dilakukan suaminya.

Yess... Isu poligami selalu berhasil jadi topik yang seksi untuk dibicarakan. Bukan karena hanya terkait SARA, tapi poligami berhasil memainkan rasa bagi para pelakunya bahkan bagi mereka yang hanya melihatnya dari jauh.

Kembali ke kasus poligami Ana, saya sungguh tak habis pikir apa kurangnya si Ana. Cantik, berpendidikan, sehat, telah melahirkan anak anak yang luar biasa, dan insyaAllah shalihah (paling tidak ia menutup auratnya dengan hijab). Apa yang kurang? Saya lantas berpikir sesuper apa dan sehebat apa suaminya hingga ia berpikir untuk selingkuh dan memutuskan untuk poligami.

Poligami kan diperbolehkan dalam agama Islam. Poligami itu Sunnah Rosul. Poligami itu bla bla bla bla... Ok fine... Coba baca kembali sejarah Rosul, apa alasan beliau untuk menikahi perempuan perempuan itu. Sejauh yang saya pelajari, hampir semua perempuan yang dinikahinya adalah janda yang berusia tak muda. Jelas Rasulullah tidak menikahi istri istri Beliau karena syahwat. Pernikahan beliau selalu memiliki misi.

Kalau bagi saya, menjalankan tuntunan agama saya secara benar menurut Al Quran dan Hadits itu sangat penting. Menjalankannya secara komperhensif. Jangan hanya dicomot ayat atau hadits sesukanya asal "mendukung" apa yang dilakukannya. Jangan sepenggal sepenggal memahami agama dan ajarannya.

Saya tidak menolak poligami, karena memang tuntunan itu ada dalam KalamAllah. Namun saya menyayangkan oknum atau pelaku poligami yang menggunakan tameng agama dalam membenarkan langkahnya. Poligami itu syaratnya berat. Bahkan dalam Al Quran pun dikatakan "jika tidak bisa adil maka cukup satu".

Kalau saya ditanya kalau kamu tidak menolak poligami berarti apa kamu mau dimadu? Saat ini saya tidak menolak poligami asal bukan suami saya yang melakukannya. Hahahhaha... C'mon saya mungkin tidak akan mau bertahan seperti Ana yang bertahan hingga hampir 2 tahun dalam kehidupan poligami.

Karena saya sadar saya tak sesuci dan memiliki Iman seteguh istri Rasulullah. Dan saya sadar menikahi manusia biasa. Karena dasar itu saya belum dan tidak akan siap mengizinkan penumpang lain dalam kapal rumah tangga kami. Kenapa saya berani menyatakan ini? Karena bagi saya Poligami itu bukan takdir melainkan pilihan. Dan saya memilih untuk tidak berdamai dengan takdir jika itu datang pada saya.
@nengnunung | Oktober 2015

#30DWC #Day5
Continue reading Poligami, Pilihan atau Takdir?

Saturday, October 24, 2015

, , ,

Mendadak Jatuh Cinta dengan Fotografi

Bertahun tahun percaya bahwa saya ga bakat memproduksi gambar, baik menggambar, foto, atau sekedar memfotokopi. Namun, hari hari terakhir ini seperti tertantang mematahkan stigma itu. Saya jadi jatuh cinta melihat foto bagus, terutama yang objeknya makanan. Bukan karena saya suka makan yaa...



Berawal dari suka melihat foto makanan bagus. Namun, selalu gagal menghasilkan foto makanan yang menggugah membuat saya gemes dan penasaran. Terus muncul pertanyaan, gimana bisa aku selalu gagal membuat foto yang bagus... Gimana bisaaaa...

Saking pengennya belajar food photography, mungkin semesta akhirnya terketuk untuk mewujudkannya. Mendadak tergabung di komunitas BBB (Berbagi Bersama Berkembang) yang akan menyelenggarakan pelatihan fotografi produk untuk UKM dengan smartphone. Tanpa pikir panjang saya pun mendaftar.

Daann... Sampailah pada hari H pelatihan. Berbekal produk sambel yang saya jual dan beberapa properti pendukung ala kadarnya. Berangkatlah saya dengan semangat 2000an.
Sampai Universitas Ciputra, bertemu dengan banyak teman. Ilmunya sangat mudah diikuti oleh pemula dan gaptek fotografi macam saya. Modal percaya diri dan SKSD ke teman teman komunitas, akhirnya saling berbagi properti fotografi dan saling memfoto objek masing masing. Dan taraaaa hasilnya... Ga bagus bagus banget, tapi lumayan lah yaa. Untuk pemula dan modal pas pasan seperti saya hehhehe.... And here we are... Sedikit dari hasil jepretan saya...
Salam
@neng.nunung

#30DWC #Day4




Continue reading Mendadak Jatuh Cinta dengan Fotografi

Friday, October 23, 2015

, ,

Tak Tepat Meletakkan Kebanggaan

Sore tadi saya berpapasan dengan "konvoi" motor yang membuat saya emosi. Bukan konvoi moge atau mobil mewah, kalau yang itu saya cuma eneg dan ga peduli asalkan tidak merampas hak pengguna jalan lain. Tapi sore ini, saya tak hanya sekedar eneg tapi emosi dan marah.
"Konvoi" yang sore tadi saya lihat, terdiri 3 motor. Masing masing motor ada yang berisi 2 dan 3 anak. Iya anak. Kalau dari pengamatan saya usia mereka antara 11-12 tahun, atau usia SD. Mereka tertawa, bercanda, sambil "mbleyer" motor.
Di kejadian lain, ada seorang ayah membanggakan anaknya yang bisa mengendarai motor di hadapan keluarganya. Dan anak itu masih usia SD. 
Di waktu dan tempat yang berbeda, tentu kita masih ingat kasus AQJ yang mengendarai mobil dan kecelakaan hingga menewaskan 12 orang kalau tak salah. Dan tentu kita tahu, saat itu AQJ masih di bawah usia memiliki SIM. Dan sang Ayah dan Ibunya mati matian membela anaknga hingga berani menanggung biaya hidup para korban.
Di lain tempat dan waktu, seorang ayah melabrak tetangganya yang bertabrakan dengan anak. Si tetangga dan si anak sama sama menggunakan motor. Anaknya bahkan belum lulus SMP, jelas ia tak memiliki izin mengemudi.
Dari beberapa fragmen yang saya sampaikan di atas, apa benang merah yang ingin saya sampaikan? Terkadang kita sebagai orang tua kerap kali membenarkan dan membanggakan kesalahan fatal yang dilakukan oleh anak atas nama kasih sayang. Padahal, kita lupa dengan memberikan izin anak di bawah umur mengendarai motor atau mobil, sama saja dengan mengizinkan mereka berbuat kriminal. 
Apa kita masih bangga dan membenarkan mereka saat mereka melakukan tindak kriminal? Iya kriminal. Karena jelas ada aturan yang menjelaskan tentang syarat seseorang memiliki izin mengemudi.
Apakah saya, Anda, kita, ingin melahirkan dan membesarkan anak anak dengan budaya permisif atas tindakan kriminal. Anak itu ibarat kertas kosong, putih bersih. Baik buruknya seorang anak bergantung pada orang tua dan lingkungan. Jangan sampai kita salah meletakkan kebanggaan pada hal hal yang tak sepatutnya dilakukan oleh anak. Apalagi jika apa yang mereka lakulan melanggar peraturan.

Salam
Neng Nunung

#30DWC #Day3

Continue reading Tak Tepat Meletakkan Kebanggaan

Thursday, October 22, 2015

, ,

PTN vs Sekolah Ikatan Dinas : Pilihan Berbuah Kebanggaan

Saat kamu lulus SMA pernah dibuat bingung, pilih Perguruan Tinggi Negeri atau Sekolah Ikatan Dinas? Di Indonesia banyak sekali PTN yang bisa dipilih, di setiap kota paling tidak ada 2 PTN. Sekolah Ikatan Dinas juga tidak sedikit di Indonesia, ini menunjukkan masing masing telah memiliki peminatnya sendiri.

Cerita yang sama dialami adik saya. Ketika galau memilih STAN atau Universitas Airlangga, akhirnya ia memilih untuk mengikuti kedua tesnya. Rencana Allah SWT sungguh luar biasa, saat adik saya diterima di Departemen Akuntasi Universitas Airlangga, keadaanya saat itu kami agak kesulitan jika harus membayar biaya kuliah yang cukup lumayan itu. Dan ditambah doa orang tua yang dari awal ingin adik saya masuk ke STAN, adik saya juga diterima di STAN.
Continue reading PTN vs Sekolah Ikatan Dinas : Pilihan Berbuah Kebanggaan
,

Akhirnya Saya Menjawab Tantangan Itu

Saya sempat lupa menceritakan mengapa saya memutuskan kembali menulis di blog plus membuat blog baru. Salah satu alasannya adalah saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya bagi banyak orang. Dan salah satu cara yang saya tahu betul menguasainya adalah menulis.
Tidak mudah bagi saya kembali membiasakan menulis lagi. Sebuah rutinitas yang jujur hampir sepanjang tahun 2015 ini saya tinggalkan. Sesekali menulis di blog saya
Continue reading Akhirnya Saya Menjawab Tantangan Itu

Wednesday, October 21, 2015

, ,

Tips Singkat Menjawab Pertanyaan Mau Jadi Ekor atau Kepala?

Mau jadi ekor atau kepala?

Pertanyaan ini akan selalu muncul di sesi coaching bisnis atau motivasi bisnis. Pertanyaan yang akan terus ditujukan kepada mereka yang sedang gamang memilih masih mau jadi pegawai atau berpindah ke pengusaha.
Menjawab pertanyaan tersebut tentu tidak semudah para motivator dan coach itu menyodorkan pertanyaan pada kita. Karena bagi mereka yang bertahun atau puluh tahun terbangun mind set bahwa mencari nafkah atau uang itu dengan bekerja, mengubah mindset untuk membuka usaha tentu bukan hal sederhana. Orang orang ini bahkan akan menghadapi dead lock dalam pikiran mereka. Sehingga tak jarang bahkan menghambat pekerjaan atau rencana mereka membangun usaha.
Saya punya beberapa tips mungkin berguna bagi Anda yang sekarang ini tengah bimbang. Tips sederhana yang sudah melewati trial dan eror pribadi hehehhe...
Continue reading Tips Singkat Menjawab Pertanyaan Mau Jadi Ekor atau Kepala?

Sunday, October 18, 2015

Kompetisi Menulis Fiksi: Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan #SafetyFirst bersama nulisbuku.com

Begitu sering -nyaris setiap hari – kita mendengar kabar kecelakaan lalu lintas, yang tak jarang pula mesti merenggut nyawa. Mungkin bahkan kamu pun pernah kehilangan orang tersayang karena kecelakaan lalu lintas. DI Indonesia, jumlah korban tewas karena kecelakaan lalu lintas mencapai 120 orang setiap harinya (data 2014). Dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi ini, 70 persen dialami oleh para pemotor.
Kecelakaan kerap terjadi karena kesadaran pemotor dan pengguna jalan lainnya yang masih rendah. Pemandangan seperti ini mungkin lazim kamu lihat setiap hari : pemotor dan penumpangnya yang tidak menggunakan helm, anak-anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor, laju kendaraan bermotor yang terlampau ngebut, dan sebagainya. Perilaku sembrono seperti inilah yang memicu jumlah kecelakaan dan korban jiwa yang tinggi. Bila terjadi kecelakaan masih ada kecenderungan untuk menganggapnya sebagai takdir atau kehendak Tuhan, padahal kecelakaan bisa dihindari dengan sikap waspada dan ekstra hati-hati dalam berkendara.
Continue reading Kompetisi Menulis Fiksi: Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan #SafetyFirst bersama nulisbuku.com