Saturday, October 31, 2015

, ,

Jangan Jadi Generasi Kurang Piknik

Rutinitas sehari hari kadang menjebak kita dalam kepenatan yang luar biasa. Baik secara fisik, pikiran, dan perasaan. Kadang kita tidak merasa itu sebagai sebuah beban, karena menganggapnya sudah biasa dilakukan setiap hari.
Pagi bangun, persiapan ke kuliah atau kantor, sarapan, perjalanan yang macet, kuliah padat atau pekerjaan yang tak henti hentinya, bertemu dosen atau atasan yang yaaah gitu lah, lembur atau kegiatan lainnya, perjalanan pulang yang macet, istirahat dan begitu terus setiap hari. Apakah kita bosan? Mungkin kita sempat merasakan bosan, tapi jabakan maya itu membuat kita terus melakukannya dengan "senang hati".
Nah apa jadinya jika itu berlangsung terus? Karena kita diciptakan bukan sebagai robot, tentu ada satu masa kita merasa hang, perlu di restart. Itu berarti kita sudah menjadi generasi kurang piknik hehehe... Apa sih bahayanya kalau kita kurang piknik?

Bahayanya kalau kita kurang piknjk atau refreshing itu bisa dilihat saat kita gampang marah, stres yang berkepanjangan, bawaannya baper (sensitif), ujung ujungnya akan berpengaruh juga ke produktifitas. Produktifitas akan menurun. Itu mengapa semua harus seimbang antara jalan jalan alias piknik alias refreshing dengan rutinitas.

Naah... Saya mau ngasih tips nih buat yang pengen refreshing tapi dananya ngepas atau waktunya terbatas. Check it out yaaah...

1. Yang pertama dan utama rencanakan waktu liburan. Tanggal kita mau libur atau cuti, anggarannya, dll. Ini penting kalau kita mau liburan ke luar kota. Usahakan tentukan waktu liburannya jauh hari sebelum hari H. Kenapa? Booking tiket dan penginapan biasanya lebih murah kalau jauh jauh hari.
2. Kalau dirasa budget ga cukup untuk ke luar kota atau luar negeri. Coba deh eksplore spot wisata di dalam kota atau dalam negeri. Cari lokasi yang belum pernah kita kunjungi. Jangan pilih tempat wisata yang mainstream, biasanya yang mainstream dan jadi destinasi wisata lebih mahal ratenya.
3. Coba browsing grup grup yang bikin open trip. Cara ini bisa lebih hemat kalau kita mau ke destinasi wisata tapi budget ga terlalu besar. Biasanya ada dua pilihan open trip, meeting point di destinasi wisata atau di masing masing kota. Misal : open trip ke Bromo ada yang kumpul di stasiun di Surabaya atau kota lain ada juga yang ketemu langsung di Bromo. Pilihan ini akan menentukan biaya dari Open Trip. Biasanya semakin dekat meeting point dengan destinasi wisata akan semakin murah.
4. Dan ini cara terakhir yang paling murah (ga juga sih) dibanding yang lain. Temukan waktu me time. Lakukan apapun yang kita suka seharian. Hobby, ke salon, spa, nonton film, belanja, atau apapun yang kita suka. Manjakan diri dan berikan hak diri kita untuk santai sejenak.
Kalau kita bisa menyeimbangkan waktu rutinitas dan piknik atau relaks time, hidup akan berjalan lebih ringan dan tanpa beban. Karena kita menjalankannya bukan sebagai robot. Enjoy your life friends, don't waste it.
Salam,
Neng Nunung

#30DWC #Day11
Continue reading Jangan Jadi Generasi Kurang Piknik

Friday, October 30, 2015

, , , , ,

Tips Mencari Rumah Murah di Surabaya

gambar di ambil dari sini
Sekarang ini mencari rumah murah di kota besar, termasuk Surabaya memang tidak mudah. Mencari rumah di tengah kota dengan harga 400 juta maksimal seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Kalaupun ada, kondisinya pasti tidak layak dan nyaman. Dengan kisaran harga demikian, mungkin kita masih bisa memilih hunian yang nyaman di pinggiran kota atau bahkan kota penyangga du sekelilingnya.

Tapi memilih rumah di pinggiran kota pun masih harus dipertimbangkan lagi. Karena faktor jarak dan waktu tempuh yang harus dilalui setiap harinya. Lantas, bagaimana solusinya kalau kita ingin mencari rumah murah, atau paling tidak, sesuai dengan anggaran yang kita miliki. Yuk simak beberapa tips singkat dari saya.

1. Datangi Pameran Rumah Murah di Kota Anda
Kalau kita mau mencari rumah murah di kota kita, atau paling tidak di kota kota penyangga, seringlah datangi pameran pameran rumah murah. Biasanya pameran ini diadakan oleh Bank atau Dinas terkait. Rumah rumah yang dijual pun kebanyakan rumah bersubsidi yang harganya murah dan cara bayarnya mudah.  

2. Getok Tular,, Libatkan Saudara dan Kerabat untuk Hunting
Seringlah bercerita kepada keluarga, teman, dan kerabat. Ini penting, agar mereka bisa ikut menginformasikan pada kita kalau di sekitar mereka ada rumah murah yang sedang dijual. Apalagi misal yang punya rumah sedang butuh uang. Karena psikologis orang yang butuh uang cepat, akan melepas berapapun harga rumahnya agar cepat laku asal masuk dengan kebutuhannya.

3. Datangi Bank atau Balai Lelang Terdekat
Satu lagi cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan rumah murah. Di setiap Bank atau Balai Lelang pasti akan meng-update secara berkala listing rumah yang akan dilelang. Biasanya harga rumah lelang akan lebih murah daripada harga pasaran pada umumnya. Namun, untuk hunting lelang seperti ini, kita harus rajin mencari jadwal lelang dan listing serta mekanisme lelang karena tiap bank dan balai lelang akan memiliki perbedaan.

4. Cari Rumah yang Tidak Layak Huni, Rusak Parah, atau Lama Kosong
Jangan takut atau malu mencari rumah bekas yang tidak layak huni, rusak parah, atau lama kosong. Asalkan lokasi, luasan, dan harga cocok maka tidak ada alasan menolak. Kenapa saya sarankan beli rumah model seperti ini? Satu yang pasti, harga pasti jauh lebih rendah daripada rumah yang sudah siap huni. Tinggal kita harus bisa mengkalkulasi biaya renovasi ditambah harga belinya masih masuk ga ke anggaran kita, dan pastikan juga kombinasi keduanya tidak lebih tinggi daripada membeli rumah layak huni.

5. Beli Tanah Kaplingan, Bangun Sendiri 
Ini cara yang banyak dipakai sekarang. Kalau dirasa berat membeli rumah jadi atau siap huni. Saya sarankan memang membeli tanah kaplingan dan kemudian dibangun sendiri. Tapi untuk cara ini juga ada syaratnya, selain surat surat kepemilikan tanah harus jelas, kita juga harus memastikan perhitungan biaya pembangunan dan durasi pembangunan. Istilahnya target selesai jadi rumah hingga siap huni kapan. Ini mengantisipasi pembengkakan biaya pembangunan. Oh ya satu lagi, pastikan desain rumahnya fix dulu baru dibangun, pengalaman sih kalau desainnya masih berubah ubah, biaya pembangunan akan membengkak nantinya.

Itu dulu ya tipsnya, semoga bermanfaat :)

Salam,

Neng Nunung

#30DWC #Day10


Continue reading Tips Mencari Rumah Murah di Surabaya
, , ,

Mencari Rumah Idaman Ibarat Mencari Jodoh

foto diambil dari sini

Rumah...
Kini tidak hanya sekedar tempat berlindung dari teriknya panas dan dinginnya udara. Tidak hanya sebagai tempat bernaung dengan keluarga kecil maupun besar. Rumah kini menjadi simbol. Simbol kemapanan, simbol kebahagiaan, simbol kemandirian. Seseorang belum dikatakan mapan, mandiri, dan menjalani kehidupan yang bahagia jika belum memiliki sebuah rumah.

Bagi saya, rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk melepas penat setelah seharian dihajar rutinitas kehidupan. Rumah haruslah penuh dengan cinta dan kehangatan yang dimunculkan dari masing masing orang di rumah itu.

Nah, bagaimana mendapatkan rumah yang tepat dan sesuai dengan impian kita. Tidak mudah kalau saya bilang, cari rumah itu hampir susahnya dengan cari jodoh, eh... hehehheh...


Hanya ada dua hal penting yang harus kita tahu benar sebelum memutuskan untuk mencari rumah. Dua hal itu adalah, ANGGARAN dan LOKASI.

ANGGARAN mengapa saya sebutkan pertama, karena ini adalah kunci dari semua hal yang nanti pasti akan kita pertanyakan dalam memilih rumah. Hitung dulu anggaran yang kita miliki sekarang, ini penting untuk merencanakan apakah kita akan membeli rumah dengan cara tunai atau cicilan. Kalau memang dana kita tidak cukup untuk membeli dengan cara tunai, saya sarankan untuk ambil cicilan inhouse yang langsung ke developer. Selain tidak berbunga atau kalaupun ada sangat kecil, durasi cicilan yang tidak terlalu panjang seperti KPR, tentunya untuk beberapa case kita bisa terhindar dari RIBA.

Ada satu cara lagi jika memang anggaran kita masih belum cukup untuk membeli rumah secara tunai tapi kita masih ragu untuk mengambil cicilan. Yaitu dengan membeli tanah kaplingan, tentunya nanti kita harus sedikit mengeluarkan effort lebih untuk membangun sendiri. Namun kelebihan untuk membeli tanah dan membangun sendiri. Kita bisa menentukan sendiri desain rumah baik eksterior maupun interior sesuai keinginan kita, tidak terpaku pada desain seragam dari developer.

Kepastian soal berapa anggaran yang kita miliki juga akan berpengaruh pada pemilihan LOKASI. Seperti kita tahu, semakin strategis lokasi suatu properti, harga yang dipatok pun semakin mahal. Pemilihan lokasi tentunya harus diukur dari faktor kedekatan dengan tempat kerja, sekolah, serta sarana umum lainnya. Hal ini penting, karena di tengah keadaan lalu lintas di Surabaya atau kota besar lainnya yang cenderung macet, memiliki hunian yang aksesnya mudah ditempuh dari berbagai kawasan itu hal yang sangat membantu. Bisa saja sih kita memilih lokasi di pinggiran kota yang memiliki harga rumah lebih murah daripada di pusat kota, namun kita harus menghitung biaya transportasi dan waktu yang terbuang selama perjalanan.

Oh ya, kalau memang berniat untuk survey rumah usahakan dalam sehari hanya survey 1-2 rumah saja. Untuk menjaga mood dan objektivitas kita dalam memilih rumah. Kalau dalam satu hari kita kejar kejaran dengan waktu untuk melihat beberapa lokasi rumah sekaligus, saya jamin bukannya bisa merasakan rumah yang tepat untuk kita, malah pusing dan bingung.

Sudah ya, nanti kita sambung lagi tips tips mencari rumah sesuai dengan budget dan diusahakan bebas RIBA...

Salam,

Neng Nunung

#30DWC #Day9
   



Continue reading Mencari Rumah Idaman Ibarat Mencari Jodoh

Thursday, October 29, 2015

, , ,

Menulis Satu Cara Terhindar dari Kegilaan

Satu dua hari ini saya sempat dibuat berpikir dengan pertanyaan yang dilontarkan seseorang "Ngapain sih kamu ngeblog lagi? Untungnya apa?" "Pekerjaan kamu itu menuntut perhatian dan fokus, meleng sedikit atau telat sedikit, klien akan rugi ratusan juta bahkan miliaran". Saat saya katakan, saya mengurus beberapa blog dan mengisi artikel di beberapa web, seseorang ini semakin terkejut.

Mungkin dia memandang saya sebagai orang gila. Tapi bagi saya, saya akan lebih gila kalau tidak menulis. Mengapa?
Saya dulu menulis di blog saya yang lama atas saran dari seorang kawan. Ia juga berprofesi sebagai psikolog dan terapis hypnosis. Ia pernah berkata "Menulislah, kamu akan lega saat menumpahkan segala keresahan di hati dan pikiran". Berbekal kata kata itulah dulu saya mulai menulis di blog di tahun 2009an. Dan saya sangat percaya, writing is part of self healing.
Saya membuktikan, saat saya benar benar terpuruk karena suatu masalah. Menulis adalah salah satu cara agar saya tetap terjaga dari kegilaan, tentunya setelah ibadah. Keresahan, himpitan rasa di dada dan otak, semua tercurah pada lembar kertas atau layar komputer. Dan setelah menulis, semuanya menjadi lebih lega, lebih lepas.
Dan sekarang, apa yang membuat saya harus tidak menulis. Di saat kepenatan fisik dan psikis terjadi hampir setiap hari. Menulis adalah membuat saya yakin bahwa besok saya masih bisa bangun dari tidur dalam keadaan waras. Menulis adalah cara saya menjadi sedikit manusiawi, sehingga saya tidak menjadi robot yang hanya menjalani rutinitas sama setiap harinya.
Selamat menikmati moment menulismu. Selamat terhindar dari kegilaan. Selamat Hari Blogger Nasional.
Salam,
Neng Nunung

#30DWC #Day8


Continue reading Menulis Satu Cara Terhindar dari Kegilaan

Tuesday, October 27, 2015

, , ,

Kisah Tas yang Lebih Jauh Melangkah dari Pemiliknya

Saya mau berkisah tentang sebuah travel bag. Iya travel bag. Senin kemarin ada sebuah tas yang paginya saya isi dengan baju, laptop, dan perlengkapan lain bekal untuk hadi di acara Blogger Camp di The Pines Taman Dayu Pasuruan. Kisah ini bermula jauh hari sebelumnya, bermula saat saya mendapat kesempatan mengikuti Blogger Camp di Pasuruan. Kesempatan itu langsung saya ambil. Saya atur jadwal sehingga semua terencana dengan baik. Termasuk jadwal meeting sebelum keberangkatan dan setelah nanti saya sampai di Surabaya.
Continue reading Kisah Tas yang Lebih Jauh Melangkah dari Pemiliknya

Sunday, October 25, 2015

, , ,

Poligami, Pilihan atau Takdir?

Beberapa hari terakhir dunia maya digemparkan dengan video seorang perempuan bercadar yang curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Video ini kemudian semakin viral dan terus menjadi perbincangan hangat. Si perempuan yang diketahui bernama Ana ini menyatakan ia menyerah pada poligami yang dilakukan suaminya.

Yess... Isu poligami selalu berhasil jadi topik yang seksi untuk dibicarakan. Bukan karena hanya terkait SARA, tapi poligami berhasil memainkan rasa bagi para pelakunya bahkan bagi mereka yang hanya melihatnya dari jauh.

Kembali ke kasus poligami Ana, saya sungguh tak habis pikir apa kurangnya si Ana. Cantik, berpendidikan, sehat, telah melahirkan anak anak yang luar biasa, dan insyaAllah shalihah (paling tidak ia menutup auratnya dengan hijab). Apa yang kurang? Saya lantas berpikir sesuper apa dan sehebat apa suaminya hingga ia berpikir untuk selingkuh dan memutuskan untuk poligami.

Poligami kan diperbolehkan dalam agama Islam. Poligami itu Sunnah Rosul. Poligami itu bla bla bla bla... Ok fine... Coba baca kembali sejarah Rosul, apa alasan beliau untuk menikahi perempuan perempuan itu. Sejauh yang saya pelajari, hampir semua perempuan yang dinikahinya adalah janda yang berusia tak muda. Jelas Rasulullah tidak menikahi istri istri Beliau karena syahwat. Pernikahan beliau selalu memiliki misi.

Kalau bagi saya, menjalankan tuntunan agama saya secara benar menurut Al Quran dan Hadits itu sangat penting. Menjalankannya secara komperhensif. Jangan hanya dicomot ayat atau hadits sesukanya asal "mendukung" apa yang dilakukannya. Jangan sepenggal sepenggal memahami agama dan ajarannya.

Saya tidak menolak poligami, karena memang tuntunan itu ada dalam KalamAllah. Namun saya menyayangkan oknum atau pelaku poligami yang menggunakan tameng agama dalam membenarkan langkahnya. Poligami itu syaratnya berat. Bahkan dalam Al Quran pun dikatakan "jika tidak bisa adil maka cukup satu".

Kalau saya ditanya kalau kamu tidak menolak poligami berarti apa kamu mau dimadu? Saat ini saya tidak menolak poligami asal bukan suami saya yang melakukannya. Hahahhaha... C'mon saya mungkin tidak akan mau bertahan seperti Ana yang bertahan hingga hampir 2 tahun dalam kehidupan poligami.

Karena saya sadar saya tak sesuci dan memiliki Iman seteguh istri Rasulullah. Dan saya sadar menikahi manusia biasa. Karena dasar itu saya belum dan tidak akan siap mengizinkan penumpang lain dalam kapal rumah tangga kami. Kenapa saya berani menyatakan ini? Karena bagi saya Poligami itu bukan takdir melainkan pilihan. Dan saya memilih untuk tidak berdamai dengan takdir jika itu datang pada saya.
@nengnunung | Oktober 2015

#30DWC #Day5
Continue reading Poligami, Pilihan atau Takdir?

Saturday, October 24, 2015

, , ,

Mendadak Jatuh Cinta dengan Fotografi

Bertahun tahun percaya bahwa saya ga bakat memproduksi gambar, baik menggambar, foto, atau sekedar memfotokopi. Namun, hari hari terakhir ini seperti tertantang mematahkan stigma itu. Saya jadi jatuh cinta melihat foto bagus, terutama yang objeknya makanan. Bukan karena saya suka makan yaa...



Berawal dari suka melihat foto makanan bagus. Namun, selalu gagal menghasilkan foto makanan yang menggugah membuat saya gemes dan penasaran. Terus muncul pertanyaan, gimana bisa aku selalu gagal membuat foto yang bagus... Gimana bisaaaa...

Saking pengennya belajar food photography, mungkin semesta akhirnya terketuk untuk mewujudkannya. Mendadak tergabung di komunitas BBB (Berbagi Bersama Berkembang) yang akan menyelenggarakan pelatihan fotografi produk untuk UKM dengan smartphone. Tanpa pikir panjang saya pun mendaftar.

Daann... Sampailah pada hari H pelatihan. Berbekal produk sambel yang saya jual dan beberapa properti pendukung ala kadarnya. Berangkatlah saya dengan semangat 2000an.
Sampai Universitas Ciputra, bertemu dengan banyak teman. Ilmunya sangat mudah diikuti oleh pemula dan gaptek fotografi macam saya. Modal percaya diri dan SKSD ke teman teman komunitas, akhirnya saling berbagi properti fotografi dan saling memfoto objek masing masing. Dan taraaaa hasilnya... Ga bagus bagus banget, tapi lumayan lah yaa. Untuk pemula dan modal pas pasan seperti saya hehhehe.... And here we are... Sedikit dari hasil jepretan saya...
Salam
@neng.nunung

#30DWC #Day4




Continue reading Mendadak Jatuh Cinta dengan Fotografi

Friday, October 23, 2015

, ,

Tak Tepat Meletakkan Kebanggaan

Sore tadi saya berpapasan dengan "konvoi" motor yang membuat saya emosi. Bukan konvoi moge atau mobil mewah, kalau yang itu saya cuma eneg dan ga peduli asalkan tidak merampas hak pengguna jalan lain. Tapi sore ini, saya tak hanya sekedar eneg tapi emosi dan marah.
"Konvoi" yang sore tadi saya lihat, terdiri 3 motor. Masing masing motor ada yang berisi 2 dan 3 anak. Iya anak. Kalau dari pengamatan saya usia mereka antara 11-12 tahun, atau usia SD. Mereka tertawa, bercanda, sambil "mbleyer" motor.
Di kejadian lain, ada seorang ayah membanggakan anaknya yang bisa mengendarai motor di hadapan keluarganya. Dan anak itu masih usia SD. 
Di waktu dan tempat yang berbeda, tentu kita masih ingat kasus AQJ yang mengendarai mobil dan kecelakaan hingga menewaskan 12 orang kalau tak salah. Dan tentu kita tahu, saat itu AQJ masih di bawah usia memiliki SIM. Dan sang Ayah dan Ibunya mati matian membela anaknga hingga berani menanggung biaya hidup para korban.
Di lain tempat dan waktu, seorang ayah melabrak tetangganya yang bertabrakan dengan anak. Si tetangga dan si anak sama sama menggunakan motor. Anaknya bahkan belum lulus SMP, jelas ia tak memiliki izin mengemudi.
Dari beberapa fragmen yang saya sampaikan di atas, apa benang merah yang ingin saya sampaikan? Terkadang kita sebagai orang tua kerap kali membenarkan dan membanggakan kesalahan fatal yang dilakukan oleh anak atas nama kasih sayang. Padahal, kita lupa dengan memberikan izin anak di bawah umur mengendarai motor atau mobil, sama saja dengan mengizinkan mereka berbuat kriminal. 
Apa kita masih bangga dan membenarkan mereka saat mereka melakukan tindak kriminal? Iya kriminal. Karena jelas ada aturan yang menjelaskan tentang syarat seseorang memiliki izin mengemudi.
Apakah saya, Anda, kita, ingin melahirkan dan membesarkan anak anak dengan budaya permisif atas tindakan kriminal. Anak itu ibarat kertas kosong, putih bersih. Baik buruknya seorang anak bergantung pada orang tua dan lingkungan. Jangan sampai kita salah meletakkan kebanggaan pada hal hal yang tak sepatutnya dilakukan oleh anak. Apalagi jika apa yang mereka lakulan melanggar peraturan.

Salam
Neng Nunung

#30DWC #Day3

Continue reading Tak Tepat Meletakkan Kebanggaan

Thursday, October 22, 2015

, ,

PTN vs Sekolah Ikatan Dinas : Pilihan Berbuah Kebanggaan

Saat kamu lulus SMA pernah dibuat bingung, pilih Perguruan Tinggi Negeri atau Sekolah Ikatan Dinas? Di Indonesia banyak sekali PTN yang bisa dipilih, di setiap kota paling tidak ada 2 PTN. Sekolah Ikatan Dinas juga tidak sedikit di Indonesia, ini menunjukkan masing masing telah memiliki peminatnya sendiri.

Cerita yang sama dialami adik saya. Ketika galau memilih STAN atau Universitas Airlangga, akhirnya ia memilih untuk mengikuti kedua tesnya. Rencana Allah SWT sungguh luar biasa, saat adik saya diterima di Departemen Akuntasi Universitas Airlangga, keadaanya saat itu kami agak kesulitan jika harus membayar biaya kuliah yang cukup lumayan itu. Dan ditambah doa orang tua yang dari awal ingin adik saya masuk ke STAN, adik saya juga diterima di STAN.
Continue reading PTN vs Sekolah Ikatan Dinas : Pilihan Berbuah Kebanggaan
,

Akhirnya Saya Menjawab Tantangan Itu

Saya sempat lupa menceritakan mengapa saya memutuskan kembali menulis di blog plus membuat blog baru. Salah satu alasannya adalah saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya bagi banyak orang. Dan salah satu cara yang saya tahu betul menguasainya adalah menulis.
Tidak mudah bagi saya kembali membiasakan menulis lagi. Sebuah rutinitas yang jujur hampir sepanjang tahun 2015 ini saya tinggalkan. Sesekali menulis di blog saya
Continue reading Akhirnya Saya Menjawab Tantangan Itu

Wednesday, October 21, 2015

, ,

Tips Singkat Menjawab Pertanyaan Mau Jadi Ekor atau Kepala?

Mau jadi ekor atau kepala?

Pertanyaan ini akan selalu muncul di sesi coaching bisnis atau motivasi bisnis. Pertanyaan yang akan terus ditujukan kepada mereka yang sedang gamang memilih masih mau jadi pegawai atau berpindah ke pengusaha.
Menjawab pertanyaan tersebut tentu tidak semudah para motivator dan coach itu menyodorkan pertanyaan pada kita. Karena bagi mereka yang bertahun atau puluh tahun terbangun mind set bahwa mencari nafkah atau uang itu dengan bekerja, mengubah mindset untuk membuka usaha tentu bukan hal sederhana. Orang orang ini bahkan akan menghadapi dead lock dalam pikiran mereka. Sehingga tak jarang bahkan menghambat pekerjaan atau rencana mereka membangun usaha.
Saya punya beberapa tips mungkin berguna bagi Anda yang sekarang ini tengah bimbang. Tips sederhana yang sudah melewati trial dan eror pribadi hehehhe...
Continue reading Tips Singkat Menjawab Pertanyaan Mau Jadi Ekor atau Kepala?

Sunday, October 18, 2015

Kompetisi Menulis Fiksi: Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan #SafetyFirst bersama nulisbuku.com

Begitu sering -nyaris setiap hari – kita mendengar kabar kecelakaan lalu lintas, yang tak jarang pula mesti merenggut nyawa. Mungkin bahkan kamu pun pernah kehilangan orang tersayang karena kecelakaan lalu lintas. DI Indonesia, jumlah korban tewas karena kecelakaan lalu lintas mencapai 120 orang setiap harinya (data 2014). Dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi ini, 70 persen dialami oleh para pemotor.
Kecelakaan kerap terjadi karena kesadaran pemotor dan pengguna jalan lainnya yang masih rendah. Pemandangan seperti ini mungkin lazim kamu lihat setiap hari : pemotor dan penumpangnya yang tidak menggunakan helm, anak-anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor, laju kendaraan bermotor yang terlampau ngebut, dan sebagainya. Perilaku sembrono seperti inilah yang memicu jumlah kecelakaan dan korban jiwa yang tinggi. Bila terjadi kecelakaan masih ada kecenderungan untuk menganggapnya sebagai takdir atau kehendak Tuhan, padahal kecelakaan bisa dihindari dengan sikap waspada dan ekstra hati-hati dalam berkendara.
Continue reading Kompetisi Menulis Fiksi: Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan #SafetyFirst bersama nulisbuku.com

Saturday, October 17, 2015

,

Gezellig, Meletakkan Penat di Riuhnya Surabaya


Foto dari penyelanggara workshop
Sabtu ini, Surabaya panasnya totalitas banget. Sebelum berangkat dari rumah pagi itu, sengaja cek ricek dulu beberapa jadwal dan tujuan ke mana saja kaki ini melangkah akhir pekan ini. Dari sederatan jadwal, malamnya, Sabtu malam minggu tepatnya, saya ada jadwal ikut mini workshop lah. Tentang mini workshop ini saya post di kesempatan lain aja yah. Ok, balik soal jadwal. Pas cek lokasi, Gezellig Cafe, nama cafe yang masih asing di telinga saya. Ya... meskipun saya bukan AGS (Anak Gaul Surabaya) tapi tahulah mana mana cafe yang ngehits di kota Pahlawan ini.

Soal Cafe ini sengaja saya skip selama kegiatan saya seharian. Ga mikirin lagi tuh Cafe di mana tepatnya. Udah pegang alamatnya ini pikir saya. Tepat satu jam lalu (dari waktu saya nulis post ini). Saya putuskan merapat ke lokasi, Gezellig Cafe. Berbekal alamat mulailah pencarian saya. Setelah melakukan satu putaran pencarian, ternyata lokasi Cafe ada di ujung jalan tempat saya belok pertama kali (nutup mata karna malu abiss, lah udah muter ternyata di depan mata)
Continue reading Gezellig, Meletakkan Penat di Riuhnya Surabaya

Friday, October 16, 2015

,

Selamat Datang Dalam Perjalanan Baru Saya


Gambar diambil dari sini
Setelah sejak 2009-2010, saya menulis di blog saya Perempuan Langit, akhirnya saya memutuskan untuk membangun rumah baru. Bukan karena rumah lama tak layak huni lagi, tapi semata untuk menandakan kelahiran kembali saya dalam dunia blogging yang sebenarnya. Tentu, saya tidak mungkin menghapus begitu saja rumah lama saya karena telah banyak kisah yang terlahir di sana.

Saya masih akan menulis di sana, tentunya dengan taste tulisan yang berbeda dengan yang ada di rumah baru saya ini. Jika di rumah lama, terkesan berisi "curhatan" dan   melankolis, rumah baru saya kali ini akan terasa lebih hidup. Akan ada catatan perjalanan, review buku, film, tempat makan, tempat wisata, berbagai catatan lain yang semoga bisa menginspirasi pembaca. 

Selamat datang di Rumah Baru saya. Semoga betah di sini. Semoga bermanfaat :) 


Salam, 

Neng Nunung 


Continue reading Selamat Datang Dalam Perjalanan Baru Saya