Friday, January 16, 2026

Kendali Hidup dan Obsesi pada Perempuan Rok Ungu

 


Perempuan Rok Ungu || Penulis : Imamuro Natsuko | Penerjemah : Asri Pratiwi Wulandari || @penerbitharu ||Cetakan Pertama, November 2023 || 120 halaman 


Rate : 4/5 ⭐


Pernah gak kamu membaca buku yang nampak sederhana, tenang, tanpa ledakan emosi, ceritanya berjalan lambat, tapi justru membuat pembacanya draining dan tidak nyaman? Kalau belum kalian harus baca novel Perempuan Rok Ungu. Rasa tidak nyaman itu bukan karena ceritanya tidak bagus atau membosankan, tapi lebih karena teknik yang digunakan penulisnya yang mampu meredam semua emosi pembaca sepanjang cerita. 


Novel ini berpusat pada dua perempuan, yang satu mendapat julukan "Perempuan Rok Ungu" dan yang lain adalah narator, awalnya saya pikir ia adalah lelaki karena diam-diam terobsesi mengamati kehidupan Perempuan Rok Ungu. Ternyata sang narator adalah perempuan juga.


Yang menarik dan mencurigakan, sang narator itu tidak pernah benar-benar mendekat kepada Perempuan Rok Ungu, tapi ia mengamatinya kebiasaan, rutinitas, dan hal detail lainnya seperti kapan Perempuan Rok Ungu menganggur dalam setahun atau bekerja di mana di bulan berapa juga jadwal interview. Bahkan di banyak peristiwa narator terbaca seakan "mengatur" dan "mengarahkan" hidup Perempuan Rok Ungu. 


Hal lain yang membuat novel ini masih menarik untuk dibaca, novel ini hampir tanpa konflik besar atau drama meledak-ledak. Justru ketegangannya muncul dari hal-hal kecil: tatapan, kebetulan yang terlalu pas, dan pikiran narator yang terdengar tenang tapi menyimpan sesuatu yang gelap. Kita diajak masuk ke kepala seseorang yang merasa hidupnya biasa saja, lalu menemukan makna lewat mengendalikan hidup orang lain.

Penulis menyajikan novel ini dengan gaya yang dingin, datar, dan hemat emosi. Tapi justru di situ kekuatannya. Perasaan kesepian, keterasingan, dan keinginan untuk diakui terasa sangat nyata. Apalagi dalam konteks kehidupan urban yang sepi meski ramai.


Perempuan Rok Ungu bukan novel yang bikin terharu atau tertawa, tapi novel yang bikin kita berhenti sebentar dan bertanya:

Sejauh mana perhatian berubah jadi obsesi? dan seberapa sering kita sebenarnya ingin “mengatur” hidup orang lain?


Jangan terkecoh dengan jumlah halaman yang tipis, tapi membaca novel Perempuan Rok Ungu ini kamu akan terbawa ke dunia yang penuh ketenangan tapi mencekam.


Selamat membaca




0 comments:

Post a Comment