Thursday, May 2, 2024

Rumah yang Kita Semogakan


Ruang itu penuh sesak dengan barang. Menyisakan sedikit ruang untuk penghuninya bergerak dan tidur. Seorang ibu nampak menggelar kasur lipat. Dua anak balita nampak mematung menunggu sang ibu selesai. Ibu itu melihat ke atap rumahnya.


"Sini nak dekat ibu. Ibu jagain biar kakak dan abang gak kena hujan," wajah penuh kasih itu mencoba menepis kerisauan anaknya. Ia memeluk mereka berdua dan mengajak buah hatinya berdoa "Ya Allah semoga suatu hari nanti, Ibu, kakak, abang diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, rumah nyaman dan lapang" Terdengar suara mengaminkan dari dua bocah itu.

***

Rania nampak sibuk dengan setumpuk berkas di mejanya. Ia tengah memeriksa dokumen yang nanti akan menjadi bahannya di ruang pengadilan. Telepon di mejanya berbunyi, terdengar suara sekretarisnya di seberang. 

Iapun bergegas membereskan berkas berkasnya dan berjalan tergesa keluar ruangan. 

Kemudian ia teringat sesuatu. Diambilnya gawainya dan mengirim pesan pada seseorang

***

Rania dan Bayu menuntun ibunya turun dari mobil. Ibu menangis melihat megahnya rumah di hadapan mereka. Ibu berhasil membesarkan dua anak yang hebat, Rania kini adalah seorang pengacara muda ternama, sementara Bayu adalah seorang pengusaha sepatu sukses.

"Ibu jangan menangis, rumah ini adalah jawaban dari semua doa ibu setiap malam." Ucap Rania. Mereka bertiga kemudian tersenyum dan berpelukan.



#Meinulis

#MeinulisDay02

0 comments:

Post a Comment