Monday, May 16, 2016

Belajar Konsistensi Ngeblog dan Semangat Berbagi dari Cerita Ida


Blognya mbak Ida Tahmidah, Cerita Ida, ini membuat langsung jatuh hati sejak pandangan pertama. Bagaimana tidak, template blognya yang cantik dan sangat ringan dan user friendly membuat saya betah berlama-lama berselancar di blog ini, membaca satu demi satu artikelnya. Dan begitu satu persatu saya membaca tulisan mbak Ida, saya menyadari satu hal bahwa beliau salah satu blogger yang ajeg di jalannya.

Ibu lima orang anak ini pernah bercerita bahwa sesungguhnya beliau sudah mulai ngeblog sejak jamannya Multiply. Huwaaa… Itu lama banget. Jadi ingat saat awal-awal ngeblog, blog saya isinya tulisan galau, puisi, curhat, dan lain-lain. Kemudian vakum lama baru aktif lagi akhir 2015. Dan membaca blog Cerita Ida membuat saya malu, bukan hanya karena dari sisi kualitas tulisan mbak Ida yang jauh lebih bagus dari saya, tapi juga malu karena inkonsistensi saya dalam menulis.

Saya jarang sekali membaca postingan tulisan yang tersirat curhat dalam blog Cerita Ida. Saya hanya menemukan tulisan yang isinya berbagi manfaat. Konsistensi menebar manfaat melalui tulisan ini tersaji dari awal post di blog Cerita Ida pada bulan Juni 2012 tentang Redenominasi. Dalam tulisan pertama di blog Cerita Ida ini, mbak Ida Tahmidah menuliskan tentang rencana Pemerintah untuk melalukan redenominasi yang banyak dicemaskan oleh masyarakat. Ia menjelaskan dalam tulisannya tentang perbedaan redenominasi dengan senering. Senering atau pemotongan nilai mata uang seperti yang pernah terjadi di tahun 1950.

Tulisan-tulisan mbak Ida selain senantiasa berbagi tips dan manfaat kepada banyak orang, blog ini juga berisi syiar tentang agama. Namun syiarnya disajikan dalam bentuk tulisan yang “adem”. Tulisan Mbak Ida memberikan insight tentang urusan agama tanpa berkesan menggurui. Salah satu unggahan tulisan tentang agama yang menarik saya adalah AmalanPerempuan Haid di 10 Malam Terakhir Ramadhan.  Dari tulisan ini, saya sebagai perempuan muslim jadi lebih tahu, bahwa saat kita sedang haid pun, masih bisa memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan.

Mbak Ida Tahmidah ini selain konsisten menulis di blog, beliau ternyata juga produktif juga sebagai penulis buku. Beberapa buku anak dan antologi bersama komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis pernah ia terbitkan.

Nah apa sih yang bisa ditiru dari mbak Ida Tahmidah ini? Kalau saya sih merumuskannya ada 4. Antara lain :      
  1. Semangat untuk terus berbagi hal positif dan baik 
  2. Konsistensi dalam menulis
  3. Selalu berproses untuk belajar menulis lebih baik
  4. Aktif di banyak komunitas blogger dan menulis

Yuk ah belajar jadi blogger yang lebih konsisten dan fokus untuk membagikan hal-hal positif melalui tulisan. Belajar dari mbak Ida Tahmidah melalui blognya www.idatahmidah.com.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung


Friday, May 13, 2016

Belajar Menjadi Manajer Rumah Tangga dari Blog Ira Guslina


Beberapa hari terakhir saya berkesempatan untuk menekuri Blog Mbak Ira Guslina, DuniaBiza. Membaca satu persatu artikel dalam blog DuniaBiza ini seperti membuat saya belajar banyak hal sekaligus di satu tempat. Awalnya saat mendapati jika nama blog nya mbak Ira itu DuniaBiza, dalam pikiran saya, aaah paling juga hanya seputaran bisnis, MLM, atau sejenisnya. Tapi saya salah besar ternyata. Its more than an ordinary business, its about managing your family and your life.

Buat saya yang baru menikah (haish udah 2 tahun juga masih dibilang baru aja), tulisan demi tulisan yang diunggah mbak Ira itu seperti labirin labirin ilmu yang siap untuk digali. Hal ini sesuai dengan tagline yang dipilih oleh mbak Ira untuk blognya, “Cerita tentang Family, Lifestyle, & Inspirasi”. Beberapa hal yang bisa dipelajari dari blog DuniaBiza.

Untuk Para Ibu atau Ibu Wannabe
Saya suka bagian ini hehehe. Sebagai Ibu Wannabe, saya selalu suka membaca artikel bagaimana merawat anak, tips saat hamil, kesehatan anak, dan lain lain. Salah satu artikel yang cukup menarik bagi saya adalah tentang mitoskeliru soal pemberian ASI 

Dalam artikel ini, tidak tanggung-tanggung mbak Ira langsung berkonsultasi dengan nutrisionis dan konselor ASI, Sri Parmala Susi. S.ST, RD. 10 mitos keliru diungkap dengan detail dengan bahasa yang mudah dicerna oleh pembaca awam seperti saya. Misal, tentang ASI pertama yang dimitoskan mengandung penyakit.

“Faktanya, susu pertama susu pertama berupa cairan berwarna kuning atau disebut kolostrum merupakan cairan terbaik yang harus diberikan pada bayi. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare...”
Atau postingan lain tentang menentukan tanggal Caesar

Tulisan ini diunggah karena kegelisahan mbak Ira karena seringnya muncul artikel tentang melahirkan secara SC atau Sectio Caesare. Apakah memang saat kita memilih melahirkan dengan SC kita bisa seenaknya saja memilih tanggal cantik untuk melahirkan. Ternyata, menurut mbak Ira paling tidak ada 6 hal yang harus dipertimbangkan saat memutuskan tanggal kelahiran secara SC.

Menurut artikel mbak Ira di DuniaBiza, selain usia janin yang harus diperhatikan ada banyak hal yang juga harus dipertimbangkan. Misal, kesehatan Ibu, USG maksimal harus seminggu sebelum HPL, ketersediaan darah, dan faktor penting lainnya adalah rumah sakit. Apakah rumah sakit tersebut pro IMD atau tidak. Selain itu juga berapa biaya rumah sakit itu juga layak jadi pertimbangan.

Aneka Informasi di Kategori Wallet
Di dalam blog DuniaBiza juga terdapat banyak artikel terkait keuangan. Ingin tahu tentang seluk beluk BPJS, klaim asuransi Jasa Raharja jika mengalami kecelakaan, tips memilih asuransi, atau jika ingin tahu bagaimana mengatur uang bulanan, ada di kategori ini.

Mengapa artikel artikel ini menjadi penting? Karena menjadi ibu bukan hanya menjadikan perempuan sempurna karena melahirkan keturunan. Tetapi ibu juga harus siap menjadi manajer keuangan, guru les bimbel, antar jemput anak sekolah, dan masih banyak roles lainnya. Nah kalau ingin cari tahu lebih detail tentang keuangan atau seputaran itu, langsung ke tkp saja. Dijamin betah dan terjawab semua pertanyaannya.

Intip Lifestyle Kekinian untuk Ibu Ibu
Apalah artinya Ibu kekinian jika tidak paham sedikit soal lifestyle dan info terkini lainnya. Di kategori ini, mbak Ira menuliskan tentang banyak hal. Lebih ke gado-gado kalau menurut saya. Salah satu dari sekian banyak artikel yang diunggah di blog DuniaBiza yang saya sukai adalah tentang info lomba. Jangan protes yah hehehe.

Blog mbak Ira Guslina ini sangat ringan dan mobile friendly. Diakses melalui smartphone pun tidak lemot sedikitpun atau lag. Apalagi saat diakses dari PC atau notebook.

Penasaran dengan mbak Ira Guslina yang dari tadi saya sebut-sebut hehehe. Mbak Ira sudah malang melintang di dunia blogging dan menulis sejak lama. Ibu dua orang anak ini terus merekam jejak kesehariannya, pikirannya, dan apa yang terjadi di lingkungannya.

Yang masih penasaran dengan mbak Ira Guslina, sila hubungi :
Twitter: @duniabiza
Facebook : Ira Guslina atau Dunia Biza

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung




5 Tips Liburan ke Bali ala Koper


Eits siapa yang kemarin long weekend liburannya ke luar kota atau luar negeri bahkan? Ayo ngacung. Banyak pastinya yah. Ada yang punya destinasi ke Bali? Yup, Bali memang menjadi salah satu destinasi utama saat musim liburan tiba. Bali menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Jangan heran jika di musim liburan tiba, Bali menjadi penuh dengan wisatawan.

Saya sudah beberapa kali ke Bali, mulai dari cara ransel alias backpackeran, cara koper alias liburan dengan cara yang lebih nyaman (xixixi), juga cara semi koper alias ikut tour rombongan. Sekarang mau kasih tips singkat versi saya kalau teman-teman mau liburan ke Bali ala koper. Check this out yah.

Wajib Tentukan Budget Liburan
Sudah lah ini yang paling penting ya, kalau kamu ingin liburan ala koper. Make sure habis liburan gak langsung malah stres karena semua tabungan dan persediaan uang ludes yah. Budget ini juga penting untuk menentukan destinasi dan fasilitas apa yang nantinya mau kita pakai selama liburan. Idealnya sih kalau mau liburan, apalagi dengan cara koper, budgetingnya udah kudu dipikir dari jauh hari. Mengantisipasi saat mendekati hari H, keinginan kita semakin liar bertambah.

Untuk berapa budget yang kudu disiapkan, kembali ke kemampuan masing-masing yah. Jangan sampai niatnya kita mau menghilangkan stres, kembali dari liburan makin stres lihat billing kartu kredit atau saldo di rekening. So, nantinya hasrat liburan ala koper yang menggebu kudu disesuaikan dengan isi saldo yah.    

Buat Itinerary yang Detail
Nah tips kedua ini bisa dilakukan setelah tahu budget liburan di awal yah. Kita sudah tahu nih mulai deh bikin perencanaan. “Ok, duit gue segini, gue ntar mau ke sini ke sini ke sini. Nginep di sini. Naik pesawat ini. Gue mau liburan sekian hari. Bla bla bla...” Itu semua yang ada di pikiran kita harus diejawantahkan (set dah bahasanya) ke dalam sebuah perencanaan ya. Syukur-syukur bisa tertulis.
Itinerary itu seperti apa? Bisa cek di bawah ini ya.

Sumber Gambar : https://asambackpacker01.wordpress.com/category/bali/
Apa harus membuat itinerary sedetail itu? Kalau saya sih iya. Tapi itinerary ini gak saklek atau paten sih. Kalau dalam perjalanan kita mau skip ini itu dan menambahkan destinasi tambahan sih boleh aja. Tapi kalau detail sampai ke biaya dan durasi jamnya sih menurut saya penting. Ini juga bisa jadi gambaran, nantinya kita bakal keluar budget berapa. Dan apakah dengan budget senilai itu kita bisa benar-benar menikmati liburan kita. Mengunjungi destinasi yang kita impikan. Menginap di tempat yang kita idamkan. Kurang lebihnya begitu. Masuk step selanjutnya yah.    

Riset Hotel dan Pesawat Jauh Hari
Noted ya, kalaupun memang kita mau liburan ala koper, tapi urusan booking tiket dan pesawat itu harus jauh jauh hari sebelum keberangkatan. Bukan hanya untuk berburu harga lebih murah dan promo, tetapi ada yang maha penting dari itu. Kalau waktu liburan kita bertepatan dengan waktu liburan berjamaah, sudah bisa dipastikan tiket pesawat dan akomodasi di Bali jadi seuatu yang harus diperjuangkan. Gak pengen kan rencana liburan yang sudah disusun sebegitu detailnya berantakan hanya karena kehabisan tiket atau hotel yang sudah kita incar full booked?

So, riset tentang hotel dan ketersediaan tiket transportasi jauh jauh hari sebelumnya itu jadi hal penting yah. Cari tahu dulu kita mau naik pesawat apa, kelas bisnis, eksekutif, atau malah ekonomi. Terus cari tahu juga hotel yang nantinya mau kita datangi, viewnya seperti apa, lokasinya dengan destinasi wisata kita berapa jauh, kenyamanan fasilitas yang ditawarkan, dan lain-lain.
Kalau sekarang mah sudah gampang kalau mau booking hotel atau beli tiket pesawat. Sudah ada Traveloka yang bisa bantu banget untuk booking tiket dan hotel. Ada aplikasinya juga yang bisa mudah diakses dari smartphone. Jadi ga ada alasan yah untuk kehabisan tiket atau kamar full booked, riset jauh-jauh hari, dan booked saat itu juga.  

Treat Yourself Like a Queen
Karena ini adalah liburan ala koper, kenyamanan kita itu jadi poin penting. Hehehe, make sure that you (and people surrounds you) treat yourself like a queen. Ya kalau ga bisa seperti ratu, bisalah ala ala princess. Cari hotel yang viewnya juara. Selama liburan juga pastikan kamu mendapatkan pelayanan dan fasilitas terbaik.

Ibaratnya nih, kamu punya waktu 4 hari untuk bersenang-senang. Gunakan waktu sepanjang itu untuk memanjakan diri. Melakukan hal-hal yang membuat hati berbunga-bunga. Jalan-jalan ke tempat bagus. Foto selfie di spot spot terbaik. Makan di restaurant atau tempat makan yang bisa mengenyangkan hati, mata, dan perut. Dan masih banyak hal lain. Intinya satu, manjakan diri.

Buat Liburanmu Jadi Pengalaman Tak Terlupakan
Kalau saya selalu bilang tentang liburan ala koper ini, berpikirlah bahwa kali ini liburan terakhirmu. Haish serem amat. Tapi ya gitu deh, di moment liburan ini kita harus menciptakan pengalaman-pengalaman tak terlupakan. Lupakan rutinitas yang melelahkan di keseharian kita, di Bali ini saatnya bersenang-senang dan menciptakan memori yang indah.

Misal, coba deh pilih spot wisata diving atau berjalan di bawah laut, bungee jumping, atau kegiatan lainnya. Pastikan yang belum pernah dicoba ya sebelumnya.

Itu dulu deh tips dari liburan ke Bali ala koper versi saya ya. Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat.      

Neng Nunung 

Wednesday, April 13, 2016

Satu Cara yang Membuat Harimu Luar Biasa, Tersenyum di Pagi Hari

Coba apa yang kita pikirkan kalau dapat senyuman seperti ini?

Pernah gak kita merasa bad mood seharian?

Coba ingat-ingat apa yang terjadi?

Apakah pekerjaan kita lancar saat kita bad mood?

Apakah cara kita menghadapi orang hari itu berbeda? Lebih sensitif dan mudah tersinggung?

Saya sudah merasakan bagaimana hari saya berantakan saat saya bad mood. Rasanya perasaan ini campur aduk yang akhirnya berakibat pada pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik. Oh ya beberapa hari ini,  saya sedang mencoba satu cara yang membuat hari saya menjadi luar biasa, sepanjang hari. Apa itu?

Tersenyum. Yup, tersenyum.

Kalau bad mood bagaimana kita bisa tersenyum? Ternyata bisa, saya sudah mencobanya. Awalnya susah sekali mau tersenyum di pagi hari jika hati sedang gundah. Apalagi jika ada masalah ini dan itu yang mengganggu pikiran, bawaannya pengen cemberut saja. Oh ya, sebelum saya menulis panjang lebar yuk intip manfaatnya kalau kita tersenyum. Eits, jangan salah, tersenyum itu juga banyak loh manfaatnya.

Senyum Bisa Mengurangi Stres
Nah, coba deh kalau pas kita lagi sibuk dan stress, berhenti sejenak. Pejamkan mata dan ingat-ingat hal-hal yang membuat kita tersenyum. Apa saja. Konon senyum bisa mengurangi tingkat stress. Saya sih sudah pernah coba, saat tekanan pekerjaan meningkat, saya coba alihkan perhatian untuk membaca atau melihat tontonan yang menghibur. Atau paling gak, buka You Tube, lihat stand up comedy. Tersenyum dan tertawa sejenak. Pikiran akan menjadi lebih fresh.

Senyum Bisa Membuat Kita Jadi Awet Muda
Aaahh kalau ini mah setuju banget. Percaya deh sama saya. Orang yang murah senyum dan suka membagikan senyum ke banyak orang tanpa alasan itu bisa terlihat awet muda. Coba lihat deh Tom Cruise, Richard Gere, Jeremy Thomas, Donna Harun, atau siapalah public figure yang terlihat tetap awet muda karena murah senyum. Mau awet muda? Banyakin senyum dah.

Senyum Membuat Orang Tertarik dan Berpikir Positif Tentang Kita
Orang akan cenderung tertarik berkomunikasi dengan seseorang yang murah senyum. Selain itu, image positif juga nempel di orang-orang yang suka senyum. Orang yang murah senyum akan terlihat lebih lovable dan trustworthy.

Senyum Membuat Kita Lebih Sehat
Ini kaitannya dengan poin pertama. Kalau tingkat stress berkurang tubuh juga cenderung lebih sehat. Percaya deh hehehe. Kita gak mudah emosi, gak mudah naik darah, gak mudah jantungan, atau apalah. Hidup jadi lebih ringan dan tanpa beban. Kalau dapat masalah yang buat bad mood, daripada marah dan emosi duluan, mending disenyumin dulu aja.

Senyum Mampu Menghilangkan Rasa Sakit   
Kalau ini saya pernah baca di salah satu artikel kalau tersenyum itu bisa melepaskan hormone endorfin dalam tubuh. Dengan lepasnya endorfin ini, rasa sakit yang kita rasakan cenderung mudah hilang. Kalau yang ini saya pernah coba waktu terakhir kemarin sakit asma. Gak sih langsung hilang rasa sakitnya, hanya saja rasa tenang yang membuat rasa sakit itu sedikit hilang.

Nah lantas bagaimana untuk membiasakan tersenyum di pagi hari. Kalau misal kita tengah dirundung masalah memangnya mudah kalau mau tersenyum. Ok, ini cara yang saya lakukan tiap hari dalam beberapa waktu terakhir ini.
  1. Sebelum tidur malam hari, ingat apa saja hal yang kita syukuri setiap harinya.
  2. Saat bangun pagi hari, ingat lagi apa saja hal yang kita syukuri saat ini, apa saja.
  3. Bangun mood positif dengan mendengarkan musik melalui MP3 atau radio
  4. Kalau bertemu dengan orang yang membuat kita bĂȘte, coba ingat hal-hal lucu atau menyenangkan tentang dia
  5. Mengingat Tuhan, kalau di agama saya berdzikir

Sampai saat ini, saya berhasil membangun mood positif dan tersenyum di pagi hari. Mau coba?
Semoga bermanfaat.


Wednesday, April 6, 2016

Kembalinya Geng Cinta dan Memori Masa Lalu

Geng Cinta are Back!!

Yah, beberapa waktu terakhir kita semua mendapat serbuan informasi baik dari online, televisi, radio, media cetak, dan lain-lain, jika Mira Lesmana dan Riri Riza akan membuat sequel dari film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dengan tajuk Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Dan saya langsung bersorak ala ABG hehehe… Yeeey… Geng Cinta are Back. Dan kemudian teman-teman tahu apa yang saya lakukan? Langsung saya menjelajah di You Tube, follow channel Miles Films dan mencari spoilernya hehehe…

Memang isu tentang reuninya Geng Cinta lengkap dengan Rangga dan Mamet ini muncul sejak iklan Line yang dibintangi oleh mereka ditayangkan di televisi dan You Tube. Dan isu itu menjadi kenyataan, film Ada Apa Dengan Cinta 2 akan ditayangkan serentak di 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei pada tanggal 28 April 2016.

Gambar diambil dari sini
Munculnya lanjutan film AADC ini membuat ingatan saya terlempar di masa-masa SMA. Bagaimana tidak, saat film ini pertama kali diputar, saya masih kelas 2 SMA. Saat itu film AADC booming banget. Sampai ada anekdot “Lu ga gaul kalau ga nonton AADC di bioskop atau hafal puisi-puisinya.” Dan saya termasuk di jajaran anak muda yang ngantri di gedung bioskop untuk nonton film AADC.

Film ini merupakan salah satu pemicu saya menggeluti dunia menulis. Namun, sesungguhnya saya sudah suka menulis sejak SD dan aktif menulis di SMP. Tapi, karena AADC ini saya mulai belajar dan mencari tahu tentang puisi dan karya sastra lebih dalam. Dan AADC juga yang membuat saya memutuskan untuk memilih masuk jurusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga.

Dulu waktu SMA, saya ingin sekali menjadi tim mading dan majalah sekolah. Lagi-lagi hal ini terpengaruh karena AADC. Tapi karena sebelumnya saya sudah aktif di KIR dan OSIS, saya tidak bisa masuk tim mading dan majalah sekolah. Saat itu, saya kecewa sekali hehehe… Karena harapannya sih saat itu, saya ingin seperti Cinta, Maura, Milly, Carmen, dan Alya.

Gagal menjadi bagian dari tim redaksi majalah sekolah dan mading, akhirnya yang saya lakukan adalah menulis dan mengirimkan tulisan saya ke mereka. Hehehe… Kadang dimuat, tapi lebih banyak tidak. Tapi sadarlah saya, saat itu tulisan saya pasti masih acak adut dan tidak layat muat.
Sejak saat itu, saya sangat terpacu untuk bisa menulis dan mempelajari sastra Indonesia lebih dalam lagi. Dan inilah saya sekarang, di sini menuliskan semua kenangan itu.


Semoga bermanfaat.