Saturday, April 2, 2022

Lagi! Jalani Puasa Ramadhan Saat Pandemi. Sudah Siapkah?


Annyeong ☺️
Ketemu lagi kita. 

Heum hari ini sebagian teman teman sudah menjalankan puasa Ramadhan hari pertama kan? Bagaimana rasanya? 

Sudah 3 kali Ramadhan ya kita melewati bulan Ramadhan di masa pandemi karena Covid. Tahun ini katanya pemerintah akan mengubah status menjadi endemik. Yang artinya covid 19 sudah dianggap seperti penyakit lainnya. Jadi, mau gak mau harus siap hidup berdampingan dengan covid 19 atau varian apapun namanya.

Masih kagok atau bingung gak menjalankan Puasa Ramadhan di masa pandemi? Mungkin sekarang lebih longgar dari saat awal muncul ya. Sekarang ini sudah banyak masjid yang menyelanggarakan sholat tarawih. Beberapa restoran atau tempat makan lain juga sudah open reservasi untuk buka puasa bersama.

Tapi yakin beneran sudah siap? Nunna akan share beberapa poin yang masih wajib kita lakukan saat-saat ini agar menjaga diri tetap sehat. 

Tips Menjalani Puasa Ramadhan di masa-masa new normal.

Pertama, jaga protokol kesehatan. Ini wajib karena dengan taat melakukan protokol kesehatan, kita tidak hanya melindungi diri kita, tapi juga orang-orang yang kita temui. Jika diperlukan lakukan swab secara berkala jika memang intensitas bertemu dengan orang lain cukup tinggi. 

Kedua, tetap jaga kesehaan. Usahakan tetap lakukan olahraga. Tinggal pilih waktu yang nyaman untuk kita melakukan olahraga. Ada yang memilih sesaat sebelum buka puasa. Ada juga yang memilih malam setelah tarawih. Selain itu, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan air bagi tubuh. Lapar mata saat berbuka puasa boleh, tapi tetap dijaga pola makannnya. 

Ketiga, pastikan menggunakan alat ibadah milik sendiri. Jika hendak sholat tarawih ataupun perjalanan ke manapun, usahakan membawa alat ibadah sendiri. Sehingga kita bisa memastikan kebersihan sajadah, sarung, atau mukena yang kita gunakan.

Keempat, jika memang teman-teman lebih suka memasak sendiri untuk buka puasa atau sahur, saran Nunna pastikan supply bahan makanan cukup. Tidak hanya untuk sehari. Hal ini akan meminimalisir kemungkinan kita bolak balik ke pasar atau swalayan untuk membeli bahan makanan. Kalaupun terpaksa harus setiap hari belanja, kembali ke poin awal, pastikan tetap menjalankan prokes. 

Kelima, jika memang keadaan tubuh kurang fit, jangan paksakan berpuasa. Minum vitamin atau suplemen secara rutin. Yang terbiasa minum madu, boleh juga mengkonsumsi madu secara rutin. Jika tubuh kita sehat, InsyaAllah lebih maksimal lagi menjalankan ibadah.

Kurang lebih masih sama kan aturannya dengan 2x Ramadhan sebelumnya. Tinggal memaksimalkan prokes untuk diri sendiri saja saat di luar rumah. Karena sekarang kan lebih longgar kemana-mana. 

Jaga kesehatan ya untuk kita semua. Semoga ibadah puasa Ramadhan selama sebulan full ini lancar tanpa kendala. Aamiin

Sampai jumpa di post selanjutnya yaah

Semoga bermanfaat.

Friday, April 1, 2022

Ramadhan di Depan Mata nih, Cek Checklist ini Yuk

Annyeong yorobuuun

Apa kabar teman-teman Nunna? Sehat? Semoga sehat ya. Akhirnya setelah sekian lama, InsyaAllah mulai lagi nulis di sini, melatih disiplin kembali meskipun ga mudah untuk akhir akhir ini.


Ga berasa ya, Ramadhan sudah di depan mata. Kamu sudah siap belom menyambut Ramadhan dan puasa hari pertama? 

Okeey, Nunna akan beri tips nih checklist buat kita menyiapkan diri agar bisa lancar puasa Ramadhan gak hanya di hari pertama. Tapi juga sepanjang 30 hari puasa. 

Yoook kita mulai checklistnya.

1. Mulai atur pola tidur dan makan
Ini penting sih, terutama menyiapkan tubuh agar tidak kaget dengan jadwal dan rutinitas baru. Jam tidur dan makan pasti berubah dan itu benar benar harus diatur. 
Jadi ga ada tuh alasan, kualitas hidup jadi menurun saat puasa Ramadhan. Jangan jadikan Ramadhan alasan kamu lemes lemesan ya bestie. 

2. Latihan puasa di luar bulan Ramadhan
Nah ini yang juga Nunna lakukan. Merutinkan puasa di luar bulan Ramadhan. Agar tubuh ini terbiasa untuk rutinitas puasa. Bisa dengan puasa senin kamis atau puasa sunnah lainnya. Atau yang tidak terbiasa puasa, bisa ambil waktu beberapa minggu sebelum Ramadhan untuk mulai puasa membayar hutang puasa sebelumnya. Ini untuk yang perempuan yah.
Kalau tubuh terbiasa dengan pola hidup puasa, ga bakal kaget lagi waktu puasa Ramadhan.

3. Meal Preparation selama Ramadhan
Siapa coba yang suka buat meal prep? Naah agar selama Ramadhan gak ribet dan bingung mau masak dan makan apa untuk buka puasa atau sahur, teman-teman bisa mulai melakukan meal preparation. Untuk tips meal preparation akan Nunna bagikan di unggahan blog lain yah. 
Kalau kita buat meal planning, kaya lebih gak rungsing gitu bawaanya selama Ramadhan. Kita juga bisa memperkirakan budget belanja selama sebulan. Kalau bingung buat meal plan selama sebulan, bisa dibagi per pekan. Jadi belanjanya untuk meal preparation juga mingguan. 

4. Perbanyak minum air putih
Ini part yang paling penting kalau buat saya. Saya tuh bisa banget nahan lapar. Tapi kalau haus 🙈🙈 Salah satu tantangan selama berpuasa itu memang bagaimana tubuh bisa terhidrasi maksimal. Membiasakan minum air putih dari sebelum memulai puasa Ramadhan itu ngebantu banget loh. Pas buka puasa atau sahur juga saya lebih milih minum air putih aja dibanding teh atau minuman manis lainnya. Tinggal diatur aja, biasanya sehari minum berapa liter. Nah itu dibagi dari waktu buka puasa sampai sahur.

5. Atur planning untuk tambah ilmu selama Ramadhan
Ini penting! Karena Ramadhan adalah waktunya kita berlomba lomba beribadah dan memperbaiki diri. Inilah saatnya untuk menambah ilmu. Kalau kata saya, buat planning dari awal. Jangan lakukan di sisa waktu, tapi wajib alokasikan waktu. Misal, mau ikut kajian di mana, berapa kali seminggu, atau belajar tahsin, belajar tafsir Al Quran, disiplin melakukan ODOJ, dll. Intinya kita harus mengalokasikan waktu untuk upgrade diri. 
Ini bukan untuk sok sokan di hadapan orang. Tapi, untuk merayu Allah SWT, mendekat padaNya, yang mungkin selama 11 bulan lain kita lalai melakukan.

Itu saja dulu deh yaah. Semoga bermanfaat tipsnya untuk menyambut puasa pertama di bulan Ramadhan dan tentunya sepanjang Ramadhan juga. InsyaAllah kita bertemu di blogpost selanjutnya. Doakan Nunna bisa konsisten yaah 🙈 

See you at next post.


Sunday, February 20, 2022

Akhirnya Kamu Pulang

Source : Pinterest

Satu satu bulir air jatuh ke tanah

Semakin deras 

Semakin pekat

Di sana, di bawah

deras hujan

Ia menari

Gaun putihnya pun telah kuyup

Tapi ia tak berhenti...

Ia terus menari dengan 

kaki telanjang 

Tak peduli mata mata 

menatap dalam kegelapan

Terus menghujamnya


Tarian yang entah apa 

arti gerakannya 

Gerakan tangannya

Caranya ia memutar tubuhnya

Gesekan kaki telanjangnya 

dengan tanah basah

Menyatu dengan aroma basah tanah

yang bertemu hujan


Tiba tiba gerakannya 

berhenti sejenak

Saat suara gesekan logam 

terdengar

Tubuhnya mematung memandang ke arah gerbang

Yang kosong tak ada seseorang

Perempuan itu tersenyum dan berkata

"Akhirnya kamu pulang..."


Surabaya 20.02.2022

This entry was posted in

Monday, January 10, 2022

Berhenti atau Terus Berjalan? Kupilih...

Hai Teman Nunna,
Tulisan di artikel kemarin rada toxic ya, iya memang, hidup saya setoxic itu sepanjang 2021 dan sangat melelahkan. Sebelum dan sesudah mempost tulisan itu, let say beberapa kali saya coba untuk mengakhiri hidup saya dengan banyak cara. Tapi, saya disadarkan bahwa matipun saya sepertinya bukan jawaban dan solusi dari semuanya. 

Pahit dan sakitnya jalan hidup yang saya lalui, mau tidak mau memang harus dijalani. Saya jalani. Mau bergantung pada orang lain juga tidak mungkin kan.

So...
Seperti tahun tahun yang lalu, saya harus mencari cara untuk bangkit. Saya juga harus berpikir bagaimana caranya menyelesaikan kekacauan yang saya dan orang lain lakukan dalam hidup saya. Ya... Saya memilih untuk melanjutkan hidup sepahit dan sekelam apapun itu. 

Mungkin, saya masih belum bisa terbang menuju impian saya, pun hanya berjalan saja mungkin tertatih. Tapi, saya tahu di depan sana ada ujung yang indah untuk saya. Entah sejauh apa nanti perjalanan saya, saya yakin ada rencana terbaik untuk saya. 

Dan akhirnya, saya menggunakan jimat terakhir saya untuk kembali bangkit. Mungkin akan jauh lebih berat tantangannya dari sebelumnya. Entahlah apa yang nantinya saya hadapi di depan sana, yang akan terjadi terjadilah. Tapi kali ini saya akan meggunakan kesempatan kesekian kali ini untuk benar benar berjuang memperbaiki semuanya. 

Aahh... belum melangkah saja sudah berasa sekali beratnya. Jalan yang mungkin lebih sunyi dari sebelumnya. Tanpa hingar bingar, tepuk tangan, atau pelukan penyemangat. 

Bismillahirrahmanirrahim... 

Love Nunna 

Friday, December 31, 2021

Menutup 2021 di Titik Terendah, Aku Ingin Mati Saja Rasanya

Entah, harusnya aku menulis ini atau tidak... 
Mungkin harusnya tidak, tapi aku sepertinya sudah setengah tidak waras. Entah tulisan ini ujungnya di mana, tapi aku merasa berada di ruang yang begitu sesak. Sampai rasanya saat menarik satu nafas saja begitu menyakitkan.

Kesombonganku yang menjatuhkanku lagi ke titik yang sama. Aku pikir, semua yang kulakukan akan membawaku ke tempat yang jauh lebih baik. Lebih dekat ke impian. Tapi ternyata tidak. Lagi dan lagi seperti ada yang menarikku kembali ke titik awal yang membuatku muak, mual, dan mengumpati kebodohan diri.

Mereka yang ada di sekelilingku, pasti tahu bagaimana aku berjuang untuk memperbaiki hidup, sendiri. Tanpa pegangan, tanpa sandaran. Bagaimana kerasnya aku membuat diri aku bekerja dari pagi hingga pagi. Untuk sedikit saja mendekat ke impian yang kukejar. 

Tapi dengan satu kelengahan, semuanya hancur jadi abu. Sampai saya sendiri terus bertanya "kok bisa?" Aku terus merutuki kenapa tidak belajar dari pengalaman hidupmu sendiri neng. Kenapa... Kenapa lagi lagi harus mengecewakan banyak orang.

Dan bodohnya, semua seperti dibalikkan ke kejadian beberapa tahun lalu. Aku seperti dibawa ke slide slide masa lalu dan diminta membandingkannya.

Lelah sekali rasanya. 
Jatuh terjerembab, mencoba bangkit, jalan lagi, mencoba lari dan terbang tinggi. Tapi lagi lagi jatuh terjerembab lebih dalam.
Lelah sekali. Sampai akhirnya ada di titik berkali kali ingin mengakhiri hidup ini. 
Lelah rasanya hidup tak tentu arah seperti ini.
Duduk di ruangan kosong, gelap. Tapi menangis pun harus ditahan, sesak sekali rasanya dada ini. 

Berasa gelap semua di depan mata. Aku hilang arah. Bahkan berpikir jernih sedikit saja rasanya berat sekali. 

Kalau saja jawaban dari semua hal buruk yang menimpaku karena memang hidupku adalah sebuah kesalahan, maka aku gpp kalau harus mati asal bisa menebus semuanya. 

Aku lelah
Sangat lelah
3 tahun terakhir aku mencoba terus bangkit. Menata hidup lagi. Tapi sepertinya kali ini aku harus menyerah. Aku sepertinya tidak sanggup melanjutkannya. 
Tidak ingin menyalahkan siapapun di sini. Akupun lelah menyalahkan orang orang lain yang mungkin kurasa membuatku ada di keadaan terburuk ini. Mungkin ini hanya nasib burukku saja.
Aku mohon maaf karena banyak menyusahkan orang yang bersinggungan dalam hidupku selama ini.
Mohon maaf dengan sangat.

Im done.
I really really tired with this sucking life