Tuesday, January 5, 2016

Surat Cinta untuk Kekasihku

Dear Lelaki Surgaku,
Aku mengenalmu bukan hanya semasa.
Lebih dari satu dekade kita bersama kini.
Diammu, Tawamu, Batukmu, Langkah kakimu, Resahmu, Cintamu…
Ibarat sebuah ensklopedia, hari demi hari aku mengisi remah informasi atas namamu.
Sayangnya… catatanku tentangmu belum pernah penuh terisi
Masih saja ada ruang kosong yang selalu terisi hal hal baru tentangmu




The last year is the challenging year for us
but yeah...
i'll stand by your side 
in every single moment that we had
its long journey for us 
please be patient to me 
hold my hand save me from the worst
and take me to Jannah
Thank you for loving and caring me
Thank you for being my guardian angel for a long time

Jangan pernah lelah mencintaiku
Jangan pernah lelah berjuang untuk kita
Memilikimu dalam hidupku melengkapi semua langkahku

Happy 2nd Anniversary Aa’



Rencanakan Keuangan Anda Sejak Awal Tahun


Sejak tahun kemarin saya mulai untuk merencanakan keuangan saya dalam setahun. Misal, tahun ini mau bebas hutang dari Bank A, kredit motor lunas, menabung untuk beli rumah dll. Namun itu semua bukan hanya sekedar target tapi kemudian dilanjutkan dengan strategi terarah agar target tercapai.
Saya menggunakan cara sederhana untuk memetakan keuangan saya dan suami selama setahun. Kami mulai memetakan Pemasukan dan Pengeluaran di dua tabel berbeda. Semua rincian pemasukan rutin dan pemasukan tambahan juga dirinci. Termasuk juga pengeluaran. Semua jenis tagihan dan pengeluaran rutin kami rinci satu persatu.
Cara ini sangat berguna jika kita memiliki tagihan di beberapa sumber. Dengan cara ini akhirnya kami bisa memetakan mana tagihan yang menjadi prioritas untuk dilunasi dan mana yang bisa di hold. Dengan melakukan pemetaan sederhana seperti ini, akhirnya kita bisa mengukur kemampuan diri kita dalam finansial.   
Kenapa sih kita harus bersusah payah menuliskan dan merencakan keuangan dalam setahun? Yuk kita bahas satu persatu untungnya kalau kita sudah merencanakan keuangan sejak awal tahun.

Gambar diambil dari sini


Mengetahui Sumber Pengeluaran Terbesar
Dari pengalaman saya, dengan melakukan pemetaan ini akhirnya bisa terlihat mana sih sumber-sumber pengeluaran terbesar selama ini dan nanti dalam setahun ke depan. Misal, setelah kita petakan ternyata ada tagihan KTA yang menyita pengeluaran paling banyak.
Kita bisa melakukan analisa ringan apakah mungkin jika kita melakukan pelunasan?
Apakah ada potongan jika melakukan pelunasan lebih cepat?
Dengan jalan bagaimana kita bisa melunasinya? Mau jalur cepat atau lambat?
Semua bisa dianalisa secara sederhana saja. Analisa ini berguna untuk menentukan langkah lanjutannya.

Terpacu untuk Segera Menutup Kebocoran Keuangan
Nah setelah tahu sumber kebocoran keuangan, jangan hanya didiamkan saja. Lakukan berbagai strategi untuk menutup sumber kebocoran keuangan. Misal mencari penghasilan tambahan untuk menutup pengeluaran yang paling besar. Dengan tahu apa yang menjadi target keuangan kita, jalan kita untuk mencari pendapatan tambahan akan semakin terarah.

Lebih Mudah Mengantisipasi Godaan Menghabiskan Uang
Kalau kita sudah melakukan bedah dan rencana keuangan sebelumnya untuk setahun ke depan. Kalau menurut saya itu sedikit mencegah godaan saat kita dihadang badai diskon dan promo belanja J. Itu kalau kita komitmen memegang teguh hasil analisa keuangan kita ya. Kalau saya kemarin niatnya keukeuh untuk menghabiskan salah satu tagihan besar saya pada tahun 2015. Jadi godaan apapun mah lewat.   

Mencegah Terjadinya “Kebangkrutan” Pada Keuangan Kita
Cek kondisi keuangan di awal tahun ini memungkinkan kita terhindar dari “kebangkrutan” sementara pada keuangan kita. Pernah kan kita merasa, “kok ini uang habis aja ya tiap bulan, padahal penghasilan nambah, padahal ini dan itu. Atau mungkin kita pernah berada di satu titik tidak punya uang cash yang cukup dan tabungan juga tipis.
Nah dengan melakukan financial checking lebih awal kita akan mampu menjaga jarak dari “kebangkrutan”. Radar keuangan kita akan bereaksi jika akan ada pengeluaran-pengeluaran yang melebihi budget atau kemampuan keuangan kita.
Catatan di atas ini manfaat kita merencanakan keuangan dan financial checking seawal mungkin berdasarkan pengalaman saya ya. Nanti saya akan post bagaimana bentuk pembukuan sederhana yang bisa dilakukan oleh ibu rumah 

#Tulisan ini bagian dari Gerakan 1 Day 1 Post yang harusnya diunggah tanggal 4 Januari 2016

Monday, January 4, 2016

Apa yang Saya Tunggu di 2016?


Excited! Satu kata yang menggabarkan semangat saya menyambut tahun 2016. Meskipun kemarin melewatkan pergantian tahun dengan bedrest di rumah ditemani suami. Tanpa agenda jalan-jalan, lihat atraksi kembang api hanya dari layar televisi, dan ritual tahunan di akhir tahun dari orang tua. Ritual tahunan? Yup orang tua saya memiliki peraturan ketat untuk urusan menghabiskan malam Tahun Baru. Tidak boleh ada satupun anggota keluarga yang menghabiskan malam Tahun Baru di luar rumah. Sebagai kompensasinya, Mama akan “Masak Besar”.
“Masak Besar” itu istilah keluarga kami untuk menjelaskan jumlah menu yang dimasak Mama lebih dari 3 item. Kalau biasanya Mama hanya masak 1 Lauk, 1 Sayur, dan sambal. Kalau “Masak Besar” beuuh… jangan tanya deh berapa menu yang Mama masak. Yang pasti membuat kami semua mabok masakan Mama.
Anyway, saya mau jelasin mengapa saya begitu bersemangat memasuki tahun 2016. Aslinya selain semangat saya juga takut saat memasuki tahun ini. Tapi mari lupakan ketakutan saya. Kali ini saya hanya ingin berbagi apa saja yang membuat saya semangat menyambut Tahun 2016.

Gambar diambil dari sini


Menyambut Anniversary ke Dua Pernikahan Saya
Menjalani dua tahun pernikahan dengan hal-hal luar biasa, tantangan, masalah, dan bahagia yang datang silih berganti. Membuat saya dan suami begitu bersyukur hingga saat ini masih bersama menjalani semuanya. Melewati tahun kedua dan saya menjadi begitu bersemangat untuk menjalani tahun ini bersama suami tercinta (cieee ngerayu biar uang belanja tahun ini nambah).
Saya dan dia memang tidak memiliki rencana selama setahun ke depan. Meskipun tanpa rencana, kami tahu apa yang harus dijalani dalam sepanjang tahun ini. Menata pernikahan menjadi sebuah hubungan yang bukan hanya lembaga formal di atas kertas. Tapi lebih memaknai pernikahan kami sebagai proses bertumbuh dan berproses.
Eh saya lupa bisikin tanggal anniversary pernikahan kami ya… 5 Januari 2016. Tinggal hitungan hari lagi. Kasih kado apa yaa ke suami tercinta hehehehe   

Tahun Saya Benar-benar Berkomitmen Tentang Dua Hal
Ok, saat ini poin yang serius ya. Selama tahun tahun kemarin saya sibuk membuat resolusi akhir tahun untuk dilakukan setahun ke depan. Tapi, sebagaimana yang sudah sudah, hanya sebagian kecil saja yang saya tuntaskan. Berkaca dari itu semua, saya sudah hampir tidak menuliskan resolusi sejak beberapa tahun terakhir. Tahun ini, saya tidak menuliskan resolusi apapun. Tapi, ya saya benar benar berkomitmen tentang dua hal dalam hidup saya.
Dua hal yang menurut saya paling penting saat ini. Yang pertama program hamil. Akhirnya saya merasakan risihnya setiap kali bertemu dengan orang dan ditanya “Sudah punya anak berapa?” “Kok belum hamil juga ya, si Itu baru sebulan nikah sudah hamil” bla bla bla sejenisnya. Komitmen saya dan suami untuk mulai berpikir “Ok, sepertinya sudah saatnya kita serius untuk program hamil” bukan karena desakan dari luar diri saya atau suami. Bukan karena orang tua, teman, tetangga, dll. Tapi saya rindu dan ingin sekali dipercaya Allah SWT.
Saya ingin memantaskan diri saya agar bisa dipercaya oleh Allah untuk diamanahi seorang anak. Kami sadar masih banyak yang harus diperbaiki. Banyak yang harus diperjuangkan dan diusahakan agar suara tangisan bayi menyemarakkan hari-hari kami. Nah, salah satu ikhtiar saya agar cepat hamil hehehe terkait dengan komitmen saya yang kedua.
Komitmen kedua saya, mengidealkan berat badan. Tujuannya sih bukan untuk kurus atau terlihat menarik. Tapi saya wajib mengontrol berat badan saya agar tetap sehat dan bisa memungkinkan untuk segera diamanahi anak. Karena yaa… dokter ObGyn saya mensyaratkan agar berat badan saya sedikit ideal agar aman saat program hamil.
Sudahlah ya, intinya dua komitmen saya ini benar benar kuat kali ini. Siap eksekusi Kumendan!!

Gerakan 1 Day 1 Post yang Mulai Running di www.nengnunung.com
Nah ini yang paling membuat saya bersemangat. Sebelum masuk tahun 2016, saya sudah membuat mind map dan skema besar web saya tercinta ini www.nengnunung.com mau dibawa ke mana tahun ini. Saya merasa bisa melakukan satu hal besar melalui web ini.
Untuk menuju “something big” itu saya akan dimulai dengan Gerakan 1 Day 1 Post yang mulai running 1 Januari 2016. Ya tapi karena kendala teknis, semua tulisan sejak 1 Januari 2016 baru bisa terunggah pada tanggal 4 Januari 2016.
Ke depannya InsyaAllah setiap hari akan ada satu artikel yang terunggah dalam blog ini. Sudah ada tema yang telah saya tentukan setiap harinya selama sebulan. Rencana tulisan sudah terisi hingga 4 bulan dari hari ini. Dan akan terus disusun perlahan hingga setahun ke depan.
Ada yang mau ikut gerakan 1 Day 1 Post selama 365 Hari bersama saya?  

#Tulisan ini menjadi bagian dari Gerakan 1 Day 1 Post yang seharusnya diunggah tanggal 3 Januri 2016

Malas Kerja Setelah Liburan Panjang? Ini Solusinya


Eh Bulan Desembernya sudah berakhir. Bulan dengan bertaburan Long Weekend dan aroma liburan di mana mana. Sudah harus kembali ke rutinitas harian nih. Tapi… Kok males banget ya. Badan rasanya mau berlama lama di kasur. Mata juga berasa di lem super lengket. Mau bangun pagi juga rasanya berat banget kakinya dibawa ke kamar mandi.  
Eits, jangan diterusin tuh yang begitu. Kalau keterusan malasnya bisa mengganggu produktivitas dan kinerja di kantor kan. Buat yang masih malas kerja setelah liburan panjang, yuk ikuti tips di bawah ini. Tips di bawah ini bisa dilakukan di H-1 masuk kerja.

Gambar diambil dari sini 


Bangun Pagi Sesuai Rutinitas
Kalau selama liburan panjang kita bisa saja malas-malasan, bangun siang, gak mandi seharian. Nah di hari terakhi liburan kudu wajib deh bangun tepat waktu seusia rutinitas. Untuk yang muslim, kalo biasanya waktu liburan habis sholat Subuh lanjut bobo cantik, sekarang kudu mulai olahraga kecil biar badannya seger.
Bangun pagi ini wajib, agar badan kembali ke ritme sebelumnya. Jadi saat hari pertama masuk kerja, tubuh kita gak kaget dan bisa langsung kembali ke rutinitas harian.   

Lakukan Hal Hal yang Membuat Semangat Seharian
Lakukan hal hal yang mambuat semangat tapi jangan terlalu berlebihan. Jangan sampai kita tambah kelelahan. Olahraga ringan, pasang musik favorit, tonton film yang buat suasana hati cheer up. Intinya kita harus membangun suasana hati dan tubuh menjadi semangat sehingga siap untuk beraktifitas besok.

Mulai Review Pekerjaan Sebelumnya
Kadang kalau terlalu lama libur, kita menjadi lupa dengan pekerjaan yang kita lakukan terakhir. Kembalikan memori ingatan kita dengan melakukan review sejenak pekerjaan kita di hari terakhir masuk kerja sebelumnya. Membaca sejenak berkas berkas pekerjaan atau catatan rapat terakhir dapat membuat kita mengingat pekerjaan yang menunggu nantinya. Saran saya sih jangan kelamaan reviewnya, cukup baca selewat saja. Mengapa hanya selewat saja? Ya agar kita tidak bertambah pusing memikirkan pekerjaan.

Bikin Catatan dan To Do List di Hari Pertama Kerja
Coba susun apa yang hendak kita kerjakan di hari pertama kita kerja. Jangan yang terlalu serius. Misal, mau makan siang di mana? Mau rapat atau bertemu dengan siapa? Atau kalau semisal hari pertama kerja akan ada anak magang di kantor, coba deh rencanakan untuk usilin mereka. Hehehe…

Pilih OOTD untuk Ke Kantor
Nah ini penting, biar mood masuk kerja membara. Pilih Outfit Of The Day alias OOTD untuk hari pertama masuk kerja. Pilih style yang kamu banget deh. Pastikan hari pertama kamu kerja gak ada yang namanya saltum. Kalau isi lemari sudah ga menarik hati untuk dipakai di hari pertama, solusinya cuma satu BELANJA J  

Kembali Tidur Tepat Waktu
Dari semua tips di atas, buat saya ini yang paling penting. Kalau selama liburan kita puas begadang bahkan ga tidur semalaman. Di hari terakhir libur, wajib buat kita tidur tepat waktu. Istirahatkan tubuh lebih cepat agar besok pagi saat kita bangun, kondisi tubuh fresh.


Nah bagaimana sudah siap menjalani hari pertama kerja? Semangaatt!!

#Tulisan ini bagian dari gerakan 1 Day 1 Post. Harusnya diunggah pada tanggal 2 Januari :) 

Resolusi Favorit Sepanjang Masa


Apa yang selalu dinantikan dan dilakukan oleh banyak orang di saat moment pergantian tahun? Tiup terompet? Pesta kembang api? Nonton konser musik? Makan bersama dengan keluarga? Ya itu semua memang ritual yang kerap dilakukan banyak orang saat-saat pergantian tahun. Namun, ada satu hal lagi yang tertinggal, Resolusi Akhir Tahun.
Banyak dari kita (termasuk saya) menggunakan moment akhir tahun untuk merefleksikan diri, mengevaluasi apa yang telah terjadi selama setahun terakhir. Setelah itu mulai menuliskan resolusi untuk setahun ke depan. Nah ada beberapa resolusi yang selalu menjadi favorit bagi banyak orang (termasuk saya heheheh). Apa saja resolusi resolusi tersebut. Lanjut baca di bawah ini yuk.

Gambar di ambil dari sini


Berat Badan Ideal
Kalau kita memperhatikan orang orang yang membagikan resolusinya baik itu di sosial media atau blog pribadinya, resolusi yang satu ini pasti hampir selalu ada. Memiliki berat badan ideal selalu menjadi idaman banyak orang. Entah itu menguruskan atau menggemukkan badan. Sehingga saat di akhir tahun kita yang merasa belum memiliki berat badan ideal akan memimpikan tahun depan akan memiliki berat badan yang lebih ideal.

Lebih Rutin Olahraga
Resolusi kedua ini sih biasanya erat kaitannya dengan resolusi pertama di atas. Kebanyakan di antara kita yang merasa berat badannya kurang ideal akan “menyalahkan” pola makan dan pola hidup yang kurang sehat. Salah satunya kurangnya olahraga. Nah, resolusi untuk lebih rutin berolahraga ini kerap muncul juga pada orang orang yang merasa berat badannya kurang ideal. Saat resolusi kita akan cenderung mulai memilih jenis olahraga apa yang pas untuk kita dan jadwal olahraga itu dilakukan.

Berhenti Rokok
Resolusi yang satu ini juga jamak kita temui. Terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan merokok. Para perokok insyaf ini (hehehehe) biasanya menggunakan moment awal tahun untuk memulai usahanya untuk berhenti dari rokok.

Manajemen Waktu
Nah, soal resolusi manajemen waktu ini sering kita temui pada orang orang yang memiliki kesibukan dan kegiatan yang padat. Karena padatnya itu kadang ia merasa kurang menghabiskan waktu dengan keluarga, atau kurang menikmati hidup dengan kegiatan kegiatan “me time”. Orang-orang ini akan termotivasi untuk semakin bisa mengatur waktunya agar tidak habis untuk bekerja saja.    

Melakukan Hal Baru
Ajang resolusi awal tahun juga biasanya digunakan untuk merencanakan hal hal baru. Belajar hal baru, melakukan hal yang sebelumnya tidak dilakukan, atau hal hal lain yang tak pernah terpikir. Misal, belajar diving, belajar setir mobil, atau apa saja.

Mulai Menabung dan Berinvestasi
Salah satu resolusi yang paling banya juga kita temui adalah semangat untuk mulai mengatur keuangan mulai menabung atau berinvestasi. Semangat untuk menabung atau berinvestasi ini biasanya berkaca dari riwayat keuangan selama setahun terakhir.

Menikah atau Punya Anak
Nah ini… Ini resolusi yang paling buat baper (bawa perasaan) banyak orang. Dorongan dan tekanan serta pertanyaan banyak orang pada diri seseorang “kapan nikah?” “kok belum hamil?” Pertanyaan ini memotivasi seseorang untuk berusaha untuk bisa menikah atau program hamil untuk tahun depan.
PRnya itu bukan ada pada resolusinya yang selalu kita tulis tiap tahun. Tapi ada pada usaha untuk mewujudkan resolusi yang kita tulis pada tahun itu. Sehingga saat kita menulis resolusi lagi tahun depan, resolusi yang sama tidak akan ada lagi di list kita.

#Tulisan ini bagian dari gerakan 1 day 1 post. Harusnya diunggah tanggal 1 Januari :)