Showing posts with label Youngest Grammy Nominee. Show all posts
Showing posts with label Youngest Grammy Nominee. Show all posts

Wednesday, February 17, 2016

Joey Alexander, Bocah Indonesia Jadi Nominator Termuda Grammy Awards


“Here’s this years youngest Grammy Nominee, 12 year-old Joey Alexander”

Bagaimana perasaan bocah kecil berusia 12 tahun itu begitu mendengar namanya disebut oleh President/CEO NARAS (National Academy of Recording Arts and Sciences) Neil Portnow dan pemenang tiga Grammy Awards, Common. Atau lebih dari itu, bagaimana perasaan orang tuanya. Betapa bangganya mereka saat anaknya mendapat standing ovation dari seluruh penonton di Staples Center, LA sore itu. Joey Alexander, malam itu begitu membius dengan penampilannya menekan tuts tuts piano

Joey Alexander (Josiah Alexander Sila)  
Waktu mendapat kabar kalau ada bocah kecil asal Indonesia yang menjadi nominator Grammy Awards saya setengah percaya. Ah masa sih ada anak Indonesia bisa masuk nominasi Grammy Awards. Padahal kan selama ini banyak penyanyi asal Indonesia yang getol bilang mau Go International tapi hingga sekarang gaungnya belum terdengar. Mulai deh saya browsing tentang Joey Alexander, dan Woila! ternyata kisah Si Joey ini bukan seperti cerita 1001 malam yang instan terjadi.

Si Cute Joey ini lahir di Denpasar 25 Juni 2003. Di usia 7 tahun ia telah menguasai berbagai teknik dan improvisasi dalam aliran musik jazz. Tahun kemarin, 2015, ia merilis album music perdananya yang bertajuk “My Favorite Things” di New york, di bawah label Motema Record. Dan luar biasanya, konon ia mendapatkan kemampuannya bermain piano itu secara otodidak. Dan tahun tahun sebelumnya, Joey pernah juga tampil di hadapan Bill Clinton. Di tahun 2014 Joey juga diundang oleh Wynton Marsalis untuk tampil di malam gala Jazz at Lincoln Center. Di tahun 2013, pemilik senyum menawan ini juga memenangi Grand Prix dalam Master-Jam Fest 2013.

Joey adalah artis Indonesia pertama yang masuk Billboard 200 di Amerika Serikat dengan albumnya. Ia nangkring di peringkat 174 pada 30 Mei 2015.

Joey merintis prestasinya dalam senyap pemberitaan di dalam negeri. Hampir tidak pernah sebelumnya kita mendengar nama anak kelahiran Denpasar ini disebut. Wajar jika pemberitaan tentang masuknya Joey sebagai nominator Grammy Awards 2016 mengundang decak kagum banyak pihak. Konon katanya Presiden Jokowi pun hendak menyempatkan waktu bertemu Joey di Amerika Serikat, di sela-sela kunjungan kenegaraannya.

Penampilan Joey yang mendapat standing applause pada gelaran Grammy Awards 2016 menjadi sorotan di media international. Bahkan berita masuknya Joey ke dua nominasi di Grammy Awards, Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album lebih bergaung daripada “gagalnya” ia menerima penghargaan. Joey menorehkan prestasi dengan caranya sendiri tanpa sesumbar untuk menaklukan industri musik di Amerika.

Saya jadi penasaran, orang tua yang seperti apa bisa menjadikan anak seusia Joey sudah kukuh memilih passionnya. Beberapa artikel menyebutkan ternyata kedua orang tua Joey, Denny Sila dan Farah Leonora Urbach, telah mengenalkan musik jazz sejak Joey masih kecil. Hal ini terjadi karena kedua orang tuanya merupakan penggemar musik jazz.

Sepertinya memang jika ingin anak kita cinta dengan sesuatu hal, orang tua juga harus terlebih dulu mencintai hal tersebut. Gak bisa kita ingin anak mahir menari balet misalnya, tapi kita memakai sistem “memaksa”. Mungkin si anak akan bisa menari balet tapi mereka pasti tidak melakukan dengan passion sepenuhnya. Mungkin pula ia tidak berprestasi sebenderang mereka yang melakukannya dengan passion.

Oh ya, satu PR setelah ini. Please jangan mengeksploitasi kabar “kalahnya” Joey di Grammy Awards. Belajar menjadi orang yang bisa menghargai proses orang lain. Jujur agak sebel dengan berita yang seliweran di portal berita online yang lebih mengekspos berita kalahnya Joey dibanding keberhasilan Joey mendapat dua nominasi.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung     

Sumber